BATU DAN JAKARTA

Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) tahun 2016 secara resmi ditutup oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo pada hari Rabu tanggal 11 Mei 2016 lalu di Istana Negara, Jakarta.  Salah satu agenda kegiatan dalam penutupan itu adalah pengumuman pemenang terbaik pertama Anugerah Pangripta Nusantara 2016 dari setiap kategori, dimana pada tahun 2016 terdiri dari 5 kategori yaitu untuk provinsi memiliki tiga kategori, yakni 1) Provinsi dengan Perencanaan Terbaik; 2) Provinsi dengan Perencanaan Inovatif; dan 3) Provinsi dengan Perencanaan Progresif, dan kabupaten/kota memiliki dua kategori, yaitu 1) Kabupaten/kota dengan Perencanaan Terbaik; dan 2) Kabupaten/kota dengan Perencanaan Inovatif.

DKI Jakarta berhasil memenangkan Anugerah Pangripta Nusantara 2016 kategori Provinsi dengan Perencanaan Terbaik Pertama dan kategori Provinsi dengan Perencanaan Inovatif, sedangkan kategori Provinsi dengan Perencanaan Progresif diraih oleh Gorontalo. Kategori Kabupaten/Kota dengan Perencanaan Terbaik Pertama adalah Kota Batu dan kategori Kabupaten/Kota dengan Perencanaan Inovatif diraih oleh Donggala. Selain meraih 2 penghargaan dibidang perencanaan, DKI Jakarta juga berhasil memenangkan penghargaan MDGs yaitu Pencapaian Indikator MDGs Terbaik Tahun 2013-2015 dan Tingkat Pencapaian MDGs Tertinggi Tahun 2015.  Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sendiri harus cukup berbesar hati dapat masuk dalam 18 besar provinsi nominasi Anugerah Pangripta Nusantara 2016.

Kategori dengan Perencanaan Terbaik dinilai menggunakan dua belas parameter, yaitu keterkaitan, konsistensi, kelengkapan dan kedalaman, keterukuran, inovasi kebijakan, proses perencanaan dari bawah (bottom up), proses perencanaan dari atas (top down), proses perencanaan teknokratik, proses perencanaan politik, inovasi proses dan program daerah, tampilan dan materi presentasi, dan kemampuan presentasi dan penugasan materi. Kategori Perencanaan Progresif ditetapkan berdasarkan konsistensi naiknya nilai total seluruh parameter perencanaan selama tiga tahun terakhir dan nilai peningkatan total terbesar. Sementara itu kategori Perencanaan Inovatif ditetapkan dengan kriteria inovasi kebijakan dan inovasi proses dan program daerah.

Mengintip sedikit apa yang menjadi kunci keberhasilan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pemerintah Kota Batu berhasil mendapatkan penghargaan bergengsi dibidang perencanaan pembangunan, tentu saja akan menjadi suatu pembelajaran bagi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dalam menyusun perencanaan pembangunan daerah dimasa yang akan datang.

Jakarta dengan luas wilayah daratan 662,33 km2 dan lautan 6.977,5 km2, jumlah penduduk pada tahun 2015 sebanyak 10.177.924 dan jumlah penduduk miskin pada September 2015 sebanyak 368,67 ribu orang (3,61%) dengan segala permasalahan didalamnya. Mulai dari kemacetan, banjir, keterbatasan lahan untuk pemenuhan kebutuhan rumah, permasalahan Ruang Terbuka Hijau (RTH), kemiskinan perkotaan, pencemaran lingkungan yaitu persampahan, pengelolaan air limbah, dan penanganan polusi udara hingga adanya masalah ojek liar.

Visi DKI Jakarta 2013-2017 adalah “Jakarta baru, kota modern yang tertata rapi, menjadi tempat hunian yang layak dan manusiawi, memiliki masyarakat yang berkebudayaan, dan dengan pemerintahan yang berorientasi pada pelayanan publik”. Visi ini menjelaskan bahwa Jakarta adalah Ibukota Negara Kesatuan Republik Indonesia yang sejajar dengan kota lain di dunia dan berdaya saing global, Kota yang dapat menjamin kehidupan yang aman, nyaman, dan berkelanjutan, Kota berbudaya yang didukung oleh masyarakat produktif dan sejahtera, dan Kota yang dapat menyelenggarakan pemerintahan yang baik dan transparan dalam rangka menyediakan pelayanan publik yang berkualitas.

Menurut mantan Wakil Ketua Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Profesor Harjono, dalam diskusi  The Indonesian Institute di Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis 9 Juni 2016, untuk membangun Jakarta dengan penduduk mencapai 10 juta orang lebih, tidak cukup hanya mengandalkan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) dan penerapan peraturan sesuai prosedur standar. Perlu inovasi dan kemampuan manajerial yang mumpuni untuk bisa membangun daerah ini. Ia menilai APBD tak cukup untuk membangun dan menyelesaikan permasalahan Jakarta. Maka  kepala daerah, sebagai pemegang tampuk kekuasaan, harus memiliki kemampuan manajerial. Kemampuan itu tentu berimplikasi pada munculnya inovasi.

Berbagai inovasi dilakukan dalam membangun Jakarta dan mewujudkan visi misi DKI. Diantaranya adalah konsep Smart City yang diterapkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang  merupakan langkah dalam membuka keterbukan informasi kepada masyarakat. Konsep smart city di Jakarta dibuat berdasarkan 6 pilar yaitu Smart Governance, Smart People, Smart Living, Smart Mobility, Smart Economy, dan Smart Environment. Smart City harus bermanfaat untuk seluruh masyarakat sehingga mereka bisa mendapatkan hidup yang lebih baik. Dengan Smart City, data disajikan dengan lebih transparan. Selain itu, Smart City meningkatkan partisipasi warga seperti membuat data, aplikasi, memberikan masukan, dan memberikan kritikan. Sehingga kota ini menjadi kota yang pintar karena melibatkan warganya, melibatkan pemerintahnya, kekuasaannya, uangnya, dan ruangannya untuk menjadikan semua kehidupan lebih baik.

Di BPTSP (Badan Pelayanan Terpadu Satu Pintu) terdapat inovasi berbasis teknologi untuk pelayanan masyarakat di antaranya Ajib ( Antarjemput Izin Bermotor), SIUP online dan Jasa Arsitek Gratis. Penggunaan SIUP online dapat diakses oleh masyarakat, cukup dengan mengakses Pelayanan.jakarta.go.id. Inovasi  BPTSP lainnya adalah  yang sudah berumur satu tahun ini juga memberikan gebrakan dalam Program ODS (One Day Service) atau layanan satu hari. Pada tanggal 12 Januari 2016 Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) memberi penghargaan kepada Badan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (BPTSP) DKI Penghargaan selama Tahun 2015 telah menerbitkan 4.138.021 pelayanan perizinan dan non-perizinan.

Inovasi pada system  transportasi,  saat ini warga DKI Jakarta sudah dapat merasakan nyamannya pembayaran dengan uang elektronik jika berkendara dengan TransJakarta. Aliran masuk uang dari tiket TransJakarta pun lebih transparan. Saat ini pembangunan sejumlah jalan layang, penambahan koridor TransJakarta dan jalur kereta pun tengah dilakukan. Kualitas bus TransJakarta juga diperbaiki.

Inovasi Tata Kota dilakukan melalui penertiban dan relokasi pedagang kaki lima dan parkir liar juga dilakukan sebagai penanganan macet. Salah satu proyek yang ramai diperbincangkan yaitu normalisasi sungai serta relokasi warga di bantaran kali ke rusunawa yang lebih terjamin dan layak serta ruang publik terpadu dan ramah anak. Yang nantinya akan ada sejumlah taman untuk berekreasi dan berinteraksi antar warga agar terjalin kerukunan. Di taman ini warga disediakan tempat untuk berjualan bagi yang ingin berwirausaha dan fasilitas-fasilitas agar anak muda dapat berkreasi. Direncanakan semua ruang publik juga akan diawasi oleh CCTV agar keamanan warga terjamin.

Inovasi dibidang kesehatan  warga DKI terus ditingkatkan melalui Kartu Jakarta Sehat. Inovasi dibidang pendidikan untuk Warga DKI Jakarta melalui Kartu Jakarta Pintar.  Memanfaatkan teknologi informasi saat ini Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga meluncurkan aplikasi Qlue, untuk mendukung visi Jakarta Smartcity. Aplikasi ini dapat dimanfaatkan warga untuk melaporkan ketidakberesan yang terjadi di lingkungan sekitar. Seperti misalnya tindak kriminal, lampu lalu lintas bermasalah, fasilitas dan jalan rusak, sampah, parkir liar hingga perizinan bangunan.

Beralih ke Kota Batu. Kota Batu adalah sebuah kota di Provinsi Jawa Timur yang terletak 90 km sebelah barat daya Surabaya atau 15 km sebelah barat laut Malang. Berada di jalur yang menghubungkan Malang-Kediri dan Malang-Jombang, berbatasan dengan Kabupaten Mojokerto dan Kabupaten Pasuruan di sebelah utara serta dengan Kabupaten Malang di sebelah timur, selatan, dan barat. Wilayah kota ini berada di ketinggian 700-1.700 meter di atas permukaan laut dengan suhu udara rata-rata mencapai 12-19 oC. Dahulu merupakan bagian dari Kabupaten Malang, yang kemudian ditetapkan menjadi kota administratif pada 6 Maret 1993. Pada tanggal 17 Oktober 2001, Batu ditetapkan sebagai kota otonom yang terpisah dari Kabupaten Malang.

Batu dikenal sebagai salah satu kota wisata terkemuka di Indonesia karena potensi keindahan alam yang luar biasa. Kekaguman bangsa Belanda terhadap keindahan dan keelokan alam Batu membuat wilayah kota Batu disejajarkan dengan sebuah negara di Eropa yaitu Swiss dan dijuluki sebagai De Kleine Zwitserland atau Swiss Kecil di Pulau Jawa. Bersama dengan Kota Malang dan Kabupaten Malang, Kota Batu merupakan bagian dari kesatuan wilayah yang dikenal dengan Malang Raya (Wilayah Metropolitan Malang).

Visi daerah Kota Batu Tahun 2012-2017 adalahKota Batu Sentra Pertanian Organik Berbasis Kepariwisataan Internasional” dengan tema perencanaan tahun 2016 Percepatan Pembangunan Ekonomi Inklusif yang berkualitas melalui Pemantapan Kota Batu sebagai Sentra Pertanian Organik Berbasis Kepariwisataan Internasional. Berbagai upaya dilakukan untuk mencapai target program Pertanian Organik setidaknya dalam dua tahun sebelum masa RPJMD Kota Batu berakhir. Mulai dari menekankan akan konsentrasi penuh dari Dinas Pertanian, mencermati RPJMD dengan lebih serius pada saat penyusunan perencanaan dan penganggaran, kerjasama dengan akademisi, hingga melakukan inovasi dan improvisasi program.

Dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Kota Batu Tahun 2016 dianggarkan sebanyak 4,8 milyar rupiah untuk pengembangan pertanian organik. Anggaran ini diberikan kepada 24 desa dan kelurahan yang berarti setiap desa dan kelurahan mendapat anggaran sebesar 200 juta rupiah. Peruntukannya adalah untuk pengembangan sayuran organik yang diberikan kepada kelompok masyarakat untuk membeli benih tanaman dan kantung plastik tempat menanam benih sayuran.

Dinas Pertanian dalam rangka menjalankan program pertanian organik dengan maksimal akan  menggelar musyawarah rencana pertanian (Musrentani) bersama semua kelompok tani yang ada. Dimana dari Musrentani tersebut akan bisa diketahui apa saja keinginan, kebutuhan dan usulan dari petani untuk pertanian organik. Setelah mengetahui keinginan, kebutuhan dan usulan petani maka akan dibuat program pertanian organik sesuai hasil Musrentani.

Pemerintah Kota Batu melakukan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Dengan adanya MoU tersebut pihak kampus bisa menyumbangkan ilmunya kepada para petani dan membantu Pemerintah Daerah dalam meningkatkan pertanian organik di Kota Batu yang telah dirintis sejak Tahun 2012. Para akademisi dari UMM ini akan turun memberikan pemahaman kepada petani-petani di Kota Batu, terutama mengubah pola pikir masyarakat yang masih menggunakan pola pertanian kimiawi. Menjelaskan bahwa penggunaan bahan kimia dalam pertanian bisa merusak lahan. Selain itu juga dapat mengganggu kesehatan masyarakat.

Adapun konsep pengembangan pertanian organik ini akan diawali dengan pembagian cluster menjadi lima jenis industri pertanian. Diantaranya pertanian pangan di Desa Pendem, pertanian buah di Desa Tulungrejo, pertanian sayur di Desa Sumber Brantas, pertanian ternak dan ikan di Desa Bulukerto, dan pertanian bunga di Desa Sidomulyo. Program ini juga dapat dikembangkan sebagai wisata edukasi pertanian organik. Petani akan siap menyambut para wisatawan yang datang dengan edukasi-edukasi tentang pertanian organik di lahan mereka.

Membuka website http://website.batukota.go.id/ kita akan disuguhkan pemandangan Arboretum Sumber Brantas, keindahan Coban Talun, Wisata Petik Apel,  Paralayang, dan Alun-alun Kota Batu.  Tampak jelas sekali gambaran visi Kota Batu yang beraroma pariwisata. Dengan tampilan yang menimbulkan keingintahuan ini membuat orang akan mencari lebih jauh akan pariwisata dan daya tarik keindahan Kota Batu.

Mari melihat negeri kita tercinta Bumi Serumpun Sebalai. Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang dibentuk pada Tahun 2000 memiliki luas wilayah 81.725 km². Luas daratan lebih kurang 16.424 km² atau 20,10 persen dari total wilayah dan luas laut lebih kurang 65.301 km² atau 79,90 persen dari total wilayah.

Sesuai dengan arahan Presiden Republik Indonesia pada penutupan Musrenbangnas Tahun 2016,  Presiden Joko Widodo menyebutkan tiga hal utama yang perlu diperhatikan oleh Gubernur se-Indonesia yang hadir dalam acara tersebut, antara lain berkenaan dengan peningkatan belanja modal, perencanaan yang lebih fokus, dan penguatan brand sebuah daerah. Presiden  mengatakan bahwa daerah perlu membangun branding pembangunan daerahnya masing-masing. Beliau memberikan contoh sebuah kota yang sukses di Amerika Serikat karena fokus pada pembangunan dan pemanfaatan lahan untuk padang golf. Setiap hari ratusan pesawat jet pribadi mampir ke sana dan menyumbang penghasilan negara yang signifikan. Di Indonesia sendiri Presiden memberi contoh potensi kota Palembang untuk branding sebagai kota olahraga, atau kota Ambon dan Bitung yang dapat menjadi kota bahari.  

Tahun 2017 Provinsi Kepulauan Bangka Belitung akan melaksanakan pemilihan kepala daerah, inilah saat yang tepat untuk memikirkan mau diapakan daerah ini untuk lima tahun kedepan. Apa yang harus diselesaikan untuk prioritas setiap tahunnya, branding image apa yang akan menjadi modal memajukan negeri serumpun sebalai ini, apakah pertambangan, perikanan, perkebunan, pariwisata, atau agribahari. Inovasi seperti apa yang dibutuhkan dan perlu ada. PR besar kita bersama untuk mewujudkan visi  Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Tahun 2005-2025  “Terwujudnya Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Sebagai Wilayah Agri-Bahari yang Maju dan Berwawasan Lingkungan, Didukung oleh Sumber Daya Manusia Handal dan Pemerintah yang Amanah Menuju Masyarakat Sejahtera”.

 

Daftar Pustaka

Peraturan Daerah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 2 Tahun 2013 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Provinsi DKI Jakarta Tahun 2013-2017.

Peraturan Daerah Kota Batu Nomor 7 Tahun 2013 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kota Batu Tahun 2012-2017.

Rencana Kerja Pemerintah Daerah Provinsi DKI Jakarta Tahun 2016.

Rencana Kerja Pembangunan Pemerintah Kota Batu Tahun 2016.

http://inovasi.lan.go.id/index.php?r=post/read&id=584

http://smartcity.jakarta.go.id/

http://megapolitan.kompas.com/read/2016/01/12/16110111/BPTSP.DKI.Pecahkan.Rekor.MURI.dengan.4.Jutaan.Pelayanan.Perizinan?utm_campaign=related&utm_medium=bp-kompas&utm_source=news&

http://www.beritajakarta.com/read/26398/Sistem-Smart-City-Jadi-Keterbukaan-Informasi-DKI#.V5glrRJ33Dc

http://megapolitan.kompas.com/read/2016/06/10/08562661/ahok.dinilai.lakukan.inovasi.dalam.memimpin.jakarta

https://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Batu

http://radarmalang.co.id/pemkot-gandeng-akedemisi-kembangkan-pertanian-organik-14723.htm

http://suryamalang.tribunnews.com/2015/09/16/begini-kendala-utama-petani-organik-di-kota-batu?page=2

http://www.malangpagi.com/pemkot-batu-siapkan-48-miliar-rupiah-untuk-pengembangan-pertanian-organik.html

http://beritapatroli.com/pemkot-batu-programkan-pertanian-organik.html

http://beritadaerah.co.id/2016/05/11/jokowi-tutup-musrembangnas-2016-ini-daerah-peraih-penghargaan-terbaik/

http://www.beritajakarta.com/read/23537/transjakarta-segera-siapkan-1000...

 

Penulis: 
Yuliani
Bidang Konten: