BPS Babel Bekisah Kek Bappeda

Pangkalpinang, Tahun 2018 ini, Badan Pusat Statistik Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melakukan kunjungan ke beberapa Perangkat Daerah (PD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Kunjungan dilakukan untuk menjalin kerjasama dan koordinasi penyelenggaran statistik sektoral yang bermanfaat untuk memperkuat Sistem Statistik Nasional, sehingga menghasilkan data yang berkualitas.

Badan Perencanaan Pembangunan dan Penelitian Pengembangan Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Bappeda Kep. Babel) menjadi PD yang kedua setelah Diskominfo Kep. Babel yang di kunjungi BPS Kep. Babel pada kegiatan yang bertema " BPS Babel Bekisah Kek OPD Tahun 2018"

Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan Bappeda Kep. Babel M. Kucin menyambut baik kunjungan yang dilakukan BPS Kep. Babel ke Bappeda. Apalagi dalam menyusun dokumen perencanaan, Bappeda selalu berkoordinasi dengan BPS dan PD untuk mendapatkan data.

"Data Berkualitas dimanfaatkan Pemerintah Daerah untuk kepentingan perencanaan, pelaksanaan dan pengendalian pembangunan daerah maupun untuk kepentingan masyarakat luas," kata M. Kucin pada saat menerima kunjungan BPS Kep. Babel, di ruang rapat Kantor Bappeda Kep. Bappeda, Rabu (07/03).

Menurut M. Kucin, dalam penyusunan dokumen perencanaan pembangunan diperlukan data yang bersifat makro dan sektoral. Bappeda kesulitan untuk mendapatkan data sektoral. Padahal dalam penyusunan dokumen perencanaan diperlukan data minimal satu tahun kebelakang.

"Seperti pada saat kita menyusun RKPD Tahun 2019, seharusnya data yang kita sajikan dalam gambaran umum merupakan data yang terakhir, yaitu data tahun 2017, tapi kadang kita menggunakan data tahun 2016 bahkan 2015," lanjut M. Kucin.

M. Kucin mengharapkan dengan ada kunjungan BPS, dapat meningkatkan kemampuan Aparatur Sipil Negara di lingkungan Pemprov Babel tentang penyelenggaraan urusan statistik secara teknis dan administrasi.

"Kami berterima kasih sekali atas kunjungan BPS, mudah-mudahan dengan kunjungan ini, kedepannya data yang dihasilkan menjadi lebih baik lagi terutama data sektoral," kata M.Kucin.

Terkait dengan Statistik, Kepala BPS Kep. Babel Darwis Sitorus menjelaskan, ada tiga kegiatan Statistik, pertama Statistik dasar, Statistik Sektoral dan Statistik Khusus. Statistik dasar umumnya merupakan statistik yang dilakukan oleh BPS, dan bisa dipertanggungjawabkan.

"Misal dari 100 yang dibutuhkan, BPS hanya menghasilkan 20, yaitu itu Statistik Dasar, yang artinya didalam 80 itu termasuk didalamnya Statistik Sektoral dan Statistik Khusus, itulah yang menjadi problem," kata Darwis Sitorus.

Menurut Darwis Sitorus, untuk data Statistik Sektoral bukan hanya menjadi tanggungjawab BPS, tapi menjadi tanggungjawab bersama. Data Statistik Sektoral sendiri sudah dihasilkan diluar BPS, yang sebagian besarnya dihasilkan oleh PD.

"Bappeda merupakan PD yang kedua kami kunjungi, kami akan mengunjungi PD yang memproduksi data, dan melakukan pembinaan, apakah data yang dihasilkan sudah benar, sesuai dengan metodologi dan aturan statistik, sehingga bisa dibandingkan ke Provinsi lain, atau paling tidak bisa digunakan dilingkungan sendiri," kata Darwis Sitorus.

Ditambahkan Darwis Sitorus, data Statistik sektoral diperlukan untuk membantu data statistik dasar yang telah dihasilkan oleh BPS, sehingga menghasilkan data secara keseluruhan.

"Sebenarnya sudah pernah disiapkan Babel Satu Data yang merupakan awal dari Indonesia Satu Data yang merupakan arahan Presiden dan keinginan kita bersama, yang dimana data diproduksi dengan baik dengan metodologi statistik yang sama dan sudah ada rekomendasi dari BPS, tapi pelaksanaannya kurang maksimal," kata Darwis Sitorus.

Untuk membantu PD, menurut Darwis Sitorus, BPS akan menyiapkan Klinik Statistik untuk membantu PD menyiapkan Statistik Sektoral.

"Ketika semua ini berjalan, diharapkan tidak berhenti sampai disini, tapi masuk ke tahap analisis, bagaimana data itu bermakna, semua diharapkan berkontribusi dalam memaknai data, seperti apa itu disebut miskin, sehingga komunikasi menjadi dua arah, BPS akan terbuka bagaimana menghasilkan data, dan diharapkan PD akan sama metodologinya," kata Darwis Sitorus.

Penulis: 
Rizky Fitrajaya
Sumber: 
Bappeda Kep. Babel

Arsip Berita

Berita Lainnya

23 May 2018 | Bappeda Kep. Babel...

18 May 2018 | Bappeda Kep. Babel...

14 May 2018 | Bappeda Kep. Babel...

11 May 2018 | Bappeda Kep. Babel...

09 May 2018 | Bappeda Kep. Babel...

07 May 2018 | Bappeda Kep. Babel...

Berita Populer

02 Oct 2013 | 1,767 views

Gubernur Launching Program SATAM EMAS

06 Nov 2014 | 1,577 views

UMP Babel 2015 Ditetapkan Rp 2,1 Juta

09 Sep 2014 | 1,361 views

APBD 2015 Bangka Disahkan

01 Nov 2013 | 1,311 views

UMP Naik Rp. 375.000