DAK Bidang Infrastruktur Dorong Percepatan Pembangunan Infrastruktur Daerah

Pangkalpinang, Pelaksanaan Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang Infrastruktur diharapkan dapat mendukung percepatan pembangunan infrastruktur daerah untuk mencapai target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.

Menurut Kepala Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan, Bappeda Kep. Babel, Martini, hal ini sesuai dengan filosofi DAK yang merupakan dana pusat yang bersumber dari pendapatan APBN dan dialokasikan kepada daerah dengan tujuan untuk membantu mendanai kegiatan khusus yang merupakan urusan daerah dan sesuai dengan Prioritas Nasional.

"Untuk itu diharapkan, hasil dari pelaksanaan Rakor dan Evaluasi dapat bahan masukan untuk pelaksanaan DAK pada tahun berikutnya," kata Martini pada saat membuka Rapat Koordinasi dan Evaluasi DAK Bidang Infrastruktur Tahun 2019 di ruang Ketawai, Kantor Bappeda Kep. Babel, Selasa (10/12).

Terkait alokasi DAK, Bima Satria dari Kementerian PPN/Bappenas RI mengatakan, pada tahun 2019 alokasi DAK Fisik Bidang Infrastruktur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sebesar Rp 260,34 Miliar, sedangkan untuk tahun 2020 dialokasikan 288,12 miliar.

"Secara umum, daerah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menerima alokasi DAK Infrastruktur yang lebih besar dari rata-rata nasional, kecuali untuk DAK Bidang Irigasi," katanya.

Disinggung mengenai penyerapan alokasi DAK Fisik Bidang Infrastruktur, menurut Bima Satria dari Kementerian PPN/Bappenas RI, sampai dengan Oktober 2019, ada tiga daerah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang penyerapannya masih dibawah rata-rata nasional yang sebesar 25,6 persen. Ia optimis angka ini akan naik sampai pada saat batas waktunya.

Kementerian PPN/Bappenas RI sudah melakukan pemantauan ke beberpa daerah yang menerima DAK Fisik Bidang Infrastruktur. Menurutnya, ada beberapa hal yang menjadi kendala, seperti DAK Bidang Jalan, sulitnya lokasi, penggunaan material lokal, sampai ke minimnya penyedia jasa kontruksi di lokasi terpencil yang menjadi kendalanya.

"Ada juga terkait terkiat DAK Bidang Sanitasi, dimana masayarakat tidak ingin septic tank berada diperkarangan, hal ini disiasati dengan membuat sanitasi dibawah jalan masayarakat" ungkapnya.

Penulis: 
Rizky Fitrajaya
Sumber: 
Bappeda Kep. Babel