Datangi Kantor Bappeda Babel, Ini Pesan Kajati

Pangkalpinang, Kepala Kejaksaan Tinggi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Ranu Mihardja berpesan kepada Pegawai Bappeda Kep. Babel dan Bakuda Kep. Babel untuk menghindari perbuatan korupsi. Hal tersebut di sampaikan Ranu Mihardja di Ruang Rapat Ketawai, Kantor Bappeda Kep. Babel, Rabu (26/02).

Ranu Mihardja mengatakan, korupsi dimulai dari niat pelaku, faktor lingkungan atau pembenaran serta adanya kesempatan atau lemahnya sistem. Niat pelaku biasanya di dorong dari hutang, gaya hidup mewah, narkoba sampai keserakahan.

Keinginan untuk membahagiakan keluarga dan orang-orang yang dicintai juga menjadi pendorong perilaku korupsi. Selain itu, ditambah dengan lemahnya sistem dan pengawasan yang memberikan kesempatan untuk melakukan korupsi.

"Hindari perbuatan korupsi dengan cara berpola hidup sederhana dan jangan jadikan jabatan menjadi suatu tujuan, jadikan jabatan sebagai sarana beribadah, ingat dengan sumpah jabatan, karena sumpah jabatan itu memiliki konsukuensi yang berat," kata Ranu Mihardja.

Terkait tugas dan fungsi Kejaksaan, Ranu Mihardja mengatakan, Kejaksaan sebagai lembaga penegakan hukum, yaitu penegakan hukum secara represif dan secara preventif.

Penegakan hukum secara represif, yaitu untuk menjaga dan menegakkan kewibawaan Pemerintah dan Negara serta melindungi kepentingan masyarakat. Sedangkan penegakan hukum secara represif, untuk menciptakan kondisi yang mendukung dan mengamankan pembangunan.

"Dalam UU Kejaksaan diamanatkan kepada Kejaksaan untuk terlibat dalam proses pembangunan, dengan cara menciptakan kondisi yang mendukung dan mengamankan pelaksanaan pembangunan," katanya.

Guna mencegah korupsi di Prov. Kep. Babel, Ranu Mihardja mempersilahkan Pemprov. Kep. Babel untuk menyiapkan daftar Proyek Strategis Nasional yang dikerjakan oleh Daerah yang perlu mendapat pengawalan dan pengamanan dari Kejaksaan.

"Dulu kita kenal TP4 (Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintah dan Pembangunan) dan TP4D (Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintah dan Pembangunan), sekarang sudah diorganikkan kedalam Direktorat Pengamanan Pembangunan Strategis, ini merupakah salah satu langkah preventif kita dalam pencegahan korupsi," ujar Ranu Mihardja.

Penulis: 
Rizky Fitrajaya
Sumber: 
Bappeda Kep. Babel