Di Babel, Kemendagri Paparkan Poin Perubahan Permendagri No 86 Tahun 2017

Pangkalpinang, Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia rencananya akan merevisi Permendagri No 86 Tahun 2017 yang mengatur tata cara perencanaan, pengendalian dan evaluasi pembangunan daerah baik itu  RPJPD, RPJMN dan RKPD. 

Revisi Permendagri No 86 Tahun 2017 merupakan tindaklanjut dari Surat Mendagri No. 700/9324/SJ tanggal 2 November 2018 perihal Rekomendasi Tindaklanjut Hasil Audit Keuangan dan Kinerja pada Ditjen Bina Bangda. Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menjadi daerah pertama di Sumatera yang menyelenggarakan FGD Rencana Revisi Permendagri No 86 Tahun 2017.

Menurut Kasi Perencanaan dan Evaluasi Pembangunan Daerah Wilayah I.b Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah, Ikha Purnamasari, ada tiga poin  perubahan yang akan dilakukan pada Permendagri No 86 Tahun 17. Pertama merekontruksikan batang tubuh dan lampiran Permendagri 86/2017 agar konsisten satu dengan lainnya. Kedua, mengintegrasikan perencanaan desa ke dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah.

"Serta ketiga mempertimbangkan durasi waktu pelaksanaan tahapan perencanaan secara realita dan terukur, mulai dari tingkat bawah sampai pusat sehingga sinergi dengan tahapan penganggaran selanjutnya," kata Ikha Purnamasari pada saat FGD Rencana Revisi Permendagri No 86 Tahun 2017 dan Bimtek Penyusunan Renstra dan Penja PD sesuai dengan Permendagri No 86 Tahun 2017, di ruang rapat Pulau Ketawai, Jum'at (20/12).

Didalam Permendagri No 86 Tahun 2017 menurutnya, terdiri dari sebelas Bab, sedangkan pada revisi akan ada sembilan Bab. "Bila sebelumnya  terdapat 378 pasal dalam Permendagri 86 tahun 2017, pada revisinya akan direduksi menjadi 298 pasal," kata Ikha Purnamasari.

Sebelumnya, Kepala Bappeda Kep. Babel Fery Insani mengharapkan revisi Permendagri No 86 Tahun 2017 dapat mendengar masukan dari Pemerintah daerah. Hal ini menurutnya dapat menguatkan sinergitas antara perencanaan pusat dan daerah.

"Dengan adanya sinergitas antara perecanaan pusat daerah dan daerah dapat mempercepat pembangunan nasional yang ujungnya untuk mensejahterakan masyarakat Indonesia," kata Fery Insani pada saat membuka acara.

Penulis: 
Rizky Fitrajaya
Sumber: 
Bappeda Kep. Babel