DRD dan Iskindo Dukung Babel Hasilkan Garam

Pangkalpinang, Keinginan Gubernur Erzaldi Rosman untuk menjadikan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sebagai daerah penghasil Garam disambut baik oleh Dewan Riset Daerah (DRD) Prov. Kep. Babel. Pada Sabtu (05/10) yang lalu, DRD Babel mengambil sampel kristal garam di Pantai Takari, Desa Rebo, Kabupaten Bangka.

Pada saat ditemui di ruang kerja Kantor Bappeda Kep. Babel, Selasa (08/10), Kabid Penelitian dan Pengembangan Daerah, Adhari mengatakan, pengambilan sampel dilakukan untuk menguji kadar dan mineral yang dikandung pada kristal garam.

"Ini bentuk komitmen DRD dalam mengembangkan potensi daerah, dalam hal ini Garam, bersama Iskindo (Ikatan Sarjana Kelautan Indonesia) Babel, DRD akan melakukan pendampingan kepada masyarakat," kata Adhari yang juga anggota DRD Prov. Kep. Babel.

Selama ini, menurut Adhari, kebutuhan garam di Babel dipasok dari daerah lain. Padahal, sebagai Provinsi Kepulauan yang dikeliling oleh laut dan luas wilayah lautnya mencapai 79,90 persen dari total luas wilayah, Babel berpotensi untuk menjadi daerah penghasil garam.

"Potensi inilah yang hendak dikembangkan oleh DRD dan Iskindo, sebagai Provinsi Kepulauan, Bangka Belitung harus dapat mandiri dalam memenuhi kebutuhan garam dalam daerah," kata Adhari.

Dosen Universitas Bangka Belitung Sudirman Adibrata mengatakan, garam diperlukan untuk usaha ikan asin. Di Desa Rebo ada sekitar 7 pengusaha ikan asin dengan kebutuhan garam kasar sekitar 7,5 ton untuk mengolah 30 ton ikan basah.

"Berdasarkan hasil uji yang dilakukan oleh DPW Iskindo Bangka Belitung, di Desa Rebo, Kabupaten Bangka dari 50 liter air laut dapat menghasilkan 500 gram garam kasar, sedangkan di Desa Lubuk, Kabupaten Bangka Tengah dari 10 liter air laut menghasilkan 200 gram garam kasar," ungkapnya.

Sementara itu, Ketua DPW Iskindo Bangka Belitung, Andriyadi mengharapkan, dengan pendampingan yang dilakukan oleh DRD Babel dan DPW ISKINDO Bangka Belitung, potensi garam yang ada Bangka Belitung dapat dikembangkan menjadi usaha desa yang dikelola oleh masyarakat dan Bumdes.

"Ini sesuai dengan arahan dari Gubernur, untuk melakukan pendampingan kepada masyarakat dalam mengembangkan potensi garam, untuk awalnya kita akan mengembangkan garam kasar, kedepannya akan kita kembangkan menjadi garam beryodium," ujarnya.

Penulis: 
Rizky Fitrajaya
Sumber: 
Bappeda Kep. Babel