Eka Chandra Buana: Keberhasilan Penanganan Pandemi Covid-19 Dorong Pemulihan Ekonomi Lebih Cepat

Pangkalpinang, Direktur Perencanaan Makro dan Analisis Statistik, Kementerian PPN/Bappenas RI, Eka Chandra Buana mengatakan, keberhasilan penanganan pandemi Covid-19 akan mendorong pemulihan ekonomi yang lebih cepat.

“Ini terlihat di China, dimana melakukan lockdown yang lebih awal, dan sekarang pertumbuhannya sekarang mencapai 18 persen,’’ ungkap Eka Chandra Buana pada saat mengisi materi Bimtek Perencanaan dan Penganggaran menghitung indikator kinerja kontribusi makso, program, kegiatan yang dibiayai APBD pada RPJMD untuk mendukung Prioritas Nasional pada RPJMN, melalui Video Meeting, Kamis (22/04).

Kebijakan pembatasan yang ketat, memang akan berdampak pada penurunan penjualan ritel yang lebih dalam, tetapi proses pemulihan akan berlangsung lebih cepat, apabila kasus Covid-19 turun ke jumlah yang terkendali dan diikuti dengan testing dan tracing yang luas.

“Tidak ada trade off antara kesehatan dan ekonomi, mana dulu, ekonomi atau kesehatan, kami di Bappenas mendahulukan kesehatan baru ekonomi, ini sangat relevan dengan studi, apabila menangani Covid dengan baik pertumbuhan ekonomi akan lebih baik,’’ kata Eka Chandra Buana.

Dampak pandemic Covid-19 mengkaibatkan kontraksi pada pertumbuhan ekonomi, baik pada perekonomian secara nasional maupun Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Di tahun 2020, pertumbuhan ekonomi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengalami kontraksi -2,30 persen, sedangkan nasional mengalami kontraksi sebesar -2,07 persen.

“Kontraksi terjadi dikarenakan pelemahan daya beli seiring dengan meningkatnya pengangguran, penurunan kinerja sektor utama, yaitu industri pengolahan logam dasar dan pertambangan timah serta peralihan tenaga kerja ke sector dengan produktivitas yang lebih rendah,” ungkapnya.

Sektor pertanian tumbuh positif di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, dibandingkan dengan sector utama yang mengalami kontraksi. Pertanian sendiri mengalami akselerasi sebesar 8,3 persen pada tahun 2020.

“Akselerasi terjadi karena adanya peningkatan pada produksi komoditas strategis perkebunan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, seperti lada dan kelapa sawit,” kata Eka Chandra Buana.

Di tahun 2022, pertumbuhan ekonomi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung diskenariokan sebesar 4,5 sampai 5,2 persen. Angka ini digunakan untuk mendukung sasaran pencapaian ekonomi Indonesia yang ditargetkan sebesar 5,4 sampai 6,0 persen.

“Pembangunan KEK Tanjung Kelayang, KI Sadai, peningkatan ekspor produk timah dan olahannya beserta CPO, kontruksi smelter ausmelt furnace di Muntok, meningkatnya tren digitalisasi serta rencana kerjasama pariwisata dengan negara Kepulauan Seychelles, diharapkan dapat menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung,” kata Eka Chandra Buana didepan peserta Bimtek yang mengikuti di Bangka City Hotel dan melalui Video Meeting.

Sebelumnya, Sekretaris Bappeda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengatakan, Bimtek Perencanaan dan Penganggaran menghitung indikator kinerja kontribusi makso, program, kegiatan yang dibiayai APBD pada RPJMD untuk mendukung Prioritas Nasional pada RPJMN, diikuti oelh Perangkat Daerah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan Bappeda Kabupaten/Kota.

“Dengan diselenggarakan Bimtek ini, kami harapkan peserta dapat wawasan dalam mengevaluasi dukungan kinerja daerah melalui program dan kegiatan daerah yang mendukung prioritas nasional, yang hasilnya akan meningkatkan kualitas dokumen perencanaan dan penganggaran,” kata Joko Triadhi di Hotel Bangka City.
 

Penulis: 
Rizky Fitrajaya
Sumber: 
Bappeda Prov. Kep. Babel