Lakukan Permodelan Kebijakan Perumusan Pembangunan Daerah, LPEM FEB UI Nilai Babel Jalankan Prinsip Industri 4.0

Pangkalpinang, Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat - Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) menilai Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sudah menjalankan prinsip industri 4.0 dengan melakukan permodelan terhadap kebijakan perumusan pembangunan daerah di Perubahan RPJMD Tahun 2017-2022.

Menurut Uka Wikarya dari LPEM FEB UI, permodelan yang memanfaatkan artifisial intelijen belum pernah dilakukan oleh Provinsi lain. Untuk itu, ia menyampaikan apresiasi terhadap kerjasama yang dilakukan oleh Pemprov. Kep. Babel dan LPEM FEB UI.

"Saya mengharapkan permodelan ini dapat diintergrasikan ke dalam e-planning, e-budgeting, e-monev sampai ke reporting, sehingga Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menjadi pionir dalam menjalan tata kelola pemerintahan dengan prinsip industri 4.0," ungkapnya pada saat pemaparan hasil dan simulasi permodelan terhadap kebijakan perumusan perubahan RPJMD Tahun 2017-2022 di ruang ketawai, Kantor Bappeda Kep. Babel, Senin (26/12).

Terkait Perubahan RPJMD Prov. Kep. Babel 2017-2022 yang sedang dilakukan, menurut Uka Wikarya, merupakan momentum untuk melakukan penajaman pencapaian sasaran pembangunan daerah sekaligus mendukung prioritas nasional.

Menurutnya, hubungan antara Indikator Kinerja Sasaran dan Tujuan kebijakan yang kesatu yaitu, Meningkatnya Pertumbuhan Ekonomi, sudah sesuai dengan harapan. Namun tidak dengan Indikator Kinerja Sasaran dan Tujuan kebijakan yang kedua, yaitu Meningkatnya Pemerataan Pendapatan.

"Peningkatan pertumbuhan ekonomi akan meningkatkan ketimpangan, ini menunjukkan bahwa strategi pembangunan masih belum Inklusif," ungkapnya.

Industri pengolahan dan perdagangan, menurut Uka Wikarya masih menjadi sektor dengan elastisitas terbesar dan memberikan kontribusi bagi perekonomian Provinsi Kepulauan Bangka Belitng, disusul sektor wisata, dan pertanian serta kehutanan.

"Tidak ada sektor ekonomi yang berdiri sendiri, semua sektor bersinergi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, namun ada sektor kunci yang memberikan kontribusi yang lebih tinggi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah," kata Uka Wikarya.

Sebelumnya, Kabid Perencanaan, Evaluasi dan Informasi Pembangunan Daerah, Bappeda Kep. Babel, Agung Dwi Chandra mengatakan permodelan untuk kebijakan perumusan pembangunan daerah pada perubahan RPJMD Tahun 2017-2022 dilakukan agar penyusunan dokumen rencanan pembangunan daerah yang secara efektif dan efisien dapat mewujudkan target pembangunan daerah dan nasional.

"Pendekatan model ini akan menjadi dasar kita dalam menyusun kebijakan, program yang dilakukan berdasarkan hasil permodelan, bukan berdasarkan intuisi, namun berdasarkan model dan data-data yang telah kita kumpulkan," kata Agung Dwi Chandra
 

Penulis: 
Rizky Fitrajaya
Sumber: 
Bappeda Kep. Babel