Pembangunan Klaster Inovasi, Dorong Nilai Tambah dan Inovasi Lada Putih

Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menjadi salah satu dari tujuh daerah yang ditetapkan Kemenristekdikti menjadi lokasi pembangunan Klaster Inovasi Berbasis Produk Unggulan Daerah (PUD). Lada Putih ditampilkan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sebagai produk unggulan daerah.

Enam daerah lain yang menjadi lokasi Pembangunan Klaster Inovasi Berbasis PUD diantaranya, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam-PUD Atsiri Nilam, Sulawesi Selatan-PUD Kopi dan Gula Aren, Bangka Belitung-PUD Lada Putih, Maluku Utara-PUD Atsiri Pala, NTB-PUD Madu Trigona dan Sulawesi Tenggara-PUD Kakao.

Kabid Litbang Bappeda Kep. Babel, Adhari mengatakan, Program Pendanaan Penguatan, Peningkatan Kapasitas dan Implementasi Klaster Inovasi yang diinisiasi Kemenristekdikti RI bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah dan daya saing melalui produk inovasi daerah.

"Pada tahun ini, Babel mendapatkan bantuan peralatan produksi dan pendampingan teknis, ini merupakan upaya Pemerintah untuk mempercepat terbangun dan beroperasinya industri dan unit bisnis PUD," kata Adhari pada saat Rapat Penyusunan Tahapan Implementasi Klaster Inovasi Lada Putih Prov. Kep. Babel, ruang rapat Buku Limau, Kantor Bappeda Kep. Babel, Kamis, (08/08).

Pada Implementasi Klaster Inovasi Lada Putih, menurut Adhari, Pemprov. Kep. Babel tidak akan berjalan sendiri, Pemprov berkolaborasi dengan stake holder, seperti akademisi, dunia usaha dan komunitas. Hal ini merupakan upaya mewujudkan pembangunan berbasis kolaboratif.

"Para aktor inovasi saling bersinergi dan berbagi peran sesuai kompetensi, seperti Perguruan tinggi sebagai penghasil inovasi teknologi dan sumber daya manusia terampil akan menciptakan produk inovasi yang dibutuhkan dunia usaha dan masyarakat," ungkapnya.

Program klaster inovasi, menurut Adhari dapat menambah penyediaan lapangan pekerjaaan dan meningkatkan daya saing daerah. "Melalui program klaster inovasi diharapkan dapat menghasilkan dampak yang signifikan dalam meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarkat," pungkasnya.

Penulis: 
Rizky Fitrajaya
Sumber: 
Bappeda Kep. Babel