Penilaian Kinerja Upaya Pencegahan dan Penurunan Stunting Terintegrasi, Ajang Pembelajaran Kabupaten/Kota

Pangkalpinang, Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melakukan penilaian kinerja Kabupaten/Kota terhadap aksi yang dilakukan dalam upaya pencegahan dan penurunan Stunting terintegrasi. Diharapkan dengan adanya penilaian dapat menjadi ajang pembelajaran Kabupaten/Kota agar penurunan Stunting dapat menjadi lebih baik.

Pada saat membuka Rapat Kerja Penilaian Kinerja Upaya Pencegahan dan Penurunan Stunting Terintegrasi Kabupaten/Kota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Tahun 2019, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Yanuar mengharapkan permasalahan yang ada di Bangka Belitung dapat diselesaikan dengan cepat.

"Mudah-mudahan apapun permasalahan yang ada di Provinsi ini dapat diselesaikan dengan cepat, lancar, sehingga, masyarakat kita dapat terbantu dengan baik," harapannya di ruang Rapat Pulau Ketawai Kantor Bappeda Kep. Babel, Selasa (06/08).

Kepala Bappeda Kep. Babel Fery Insani mengatakan, pada tahun 2020, Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung akan mengalokasikan anggaran sebesar 4,3 Miliar untuk penanganan Stunting. Menurutnya, anggaran tersebut akan diberikan melalui Dinas Kesehatan.

"Anggaran ini akan dikolaborasikan dengan PKK yang Ketua penggerak-nya Ibu Gubernur, ini yang akan turun ke desa-desa, program penurunan Stunting ini harus dikeroyok, bahkan Penghulu yang rencanananya akan diberikan insentif akan ditempelkan dengan program Stunting," ungkapnya.

Terkait penilaian kinerja upaya pencegahan dan penurunan Stunting terintegrasi, Supianto menjelaskan, Pemerintah Provinsi akan memberikan penilaian kinerja kepada Kabupaten Bangka dan Kabupaten Bangka Barat. Penilaian ini terkait aksi konvergensi yang dilaksanakan oleh kedua Kabupaten tersebut.

Ada dua penilaian, yang pertama penilaian kinerja yang dilakukan oleh Tim Panelis Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Sedangkan untuk yang kedua melalui voting, terkait penilaian untuk Kabupaten Inspiratif, Replikatif dan Inovatif. Peserta voting sendiri berasal dari peserta Raker, di luar Kabupaten yang dinilai.

Ditambahkan Supianto, kedua Kabupaten telah menyiapkan stand dengan materi aksi konvergensi penurunan Stunting yang dilakukan. Selain itu, dilakukan pemaparan terkait aksi Konvergensi, untuk Kabupaten Bangka Barat dipaparkan Sekda Kabupaten Bangka Barat Yunan Helmi, sedangkan Kabupaten Bangka dipaparkan oleh Kepala Bappeda Pan Budi Marwoto.

"Dengan adanya penilaian kinerja, diharapkan dapat menjadi proses pembelajaran bagi kita semua, harapannya Kabupaten/Kota dapat belajar bersama-sama bagaimana cara untuk melakukan aksi konvergensi agar penurunan Stunting dapat menjadi lebih baik lagi," ungkapnya.

Penulis: 
Rizky Fitrajaya
Sumber: 
Bappeda Kep. Babel