Rubah RPJMD, Babel Sesuaikan Tujuan, Sasaran, Dan Program Prioritas Daerah

Bangka Tengah, Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman membuka Musrenbang Perubahan RPJMD Tahun 2017-2022, di Ballroom Hotel Sol Marina, Senin (26/08). Menurutnya, secara subtansi tidak ada yang berubah pada Perubahan RPJMD, seperti di Visi dan Misi.

"Secara Substansi, RPJMD tidak mengalami perubahan, tetapi hanya dilakukan penyesuaian kembali terhadap tujuan, sasaran, dan program prioritas perangkat daerah," kata Erzaldi Rosman.

Gubernur mengatakan, RPJMD dapat dilakukan perubahan, salah satunya karena ada perubahan kebijakan nasional. Sejak ditetapkannya RPJMD pada 10 november 2017 yang lalu, terdapat beberapa kebijakan baru, antara lain PP No 2 Tahun 2018 tentang Standar Pelayanan Minimal.

"Selain itu, berdasarkan hasil pengendalian dan evaluasi terhadap pelaksanaan RPJMD melalui pelaksanaan RKPD setiap tahunnya serta hasil penilaian tim dari Kemenpan RB terhadap akuntabilitas pemerintah daerah, perlu dilakukan perubahan terhadap RPJMD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tahun 2017-2022," jelasnya.

Visi perubahan RPJMD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tahun 2017-2022, menurutnya tetap mengusung visi “Babel Sejahtera, Provinsi Maju, Yang Unggul Di Bidang Inovasi Agropolitan Dan Bahari Dengan Tata Kelola Pemerintahan Dan Pelayanan Publik Yang Efisien Dan Cepat Berbasis Teknologi”.

Dari Visi tersebut, dijabarkan ke dalam 6 Misi yaitu: pertama, Meningkatkan pembangunan ekonomi berbasis potensi daerah, kedua, Mewujudkan infrastruktur dan konektifitas daerah yang berkualitas, ketiga, Meningkatkan sumber daya manusia unggul dan handal.

Empat, Meningkatkan kesehatan masyarakat; lima, Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik dan pembangunan demokrasi, serta keenam, Meningkatkanpengendalian bencana dan kualitas lingkungan hidup.

Untuk tujuan RPJMD, menurutnya mengalami perubahan, yang semula 9 menjadi 10 tujuan, sasaran RPJMD menjadi 11 sasaran, strategi menjadi 35 strategi, arah kebijakan menjadi 71 arah kebijakan, serta program unggulan pemerintah daerah tetap sebanyak 13 program.

"Perubahan RPJMD akan diikuti dengan perubahan Rencana Strategis (Renstra) Perangkat Daerah, guna memastikan perencanaan terintegrasi dalam mencapai visi dan misi RPJMD pada level kegiatan," ungkapnya.

Gubernur mengharapkan, perubahan yang dilakukan dapat menyelesaikan permasalahan pembangunan daerah dan mengakomodir hasil evaluasi atas akuntabilitas kinerja Instansi Pemerintah oleh Kemenpan RB, sehingga efesiensi dan ektivitas penggunaan anggaran dapat terwujud.

"Selain itu, dengan adanya perubahan ini, diharapkan Visi dan Misi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah pada Tahun 2022 dapat tercapai," harap Gubernur.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Perencanaan, Evaluasi dan Informasi Pembangunan Daerah, R. Budiono Subambang menekankan beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penyusunan Perubahan RPJMD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Tahun 2017-2022.

Pertama, RPJMN Teknokratik, kedua Optimalisasi Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD), ketiga Standar Pelayanan Minimal (SPM), keempat Integrasi KLHS RPJMD, kelima Integrasi RPJMD dengan RTRW serta keenam Penyempurnaan Pohon Kinerja.

"Penyusunan RPJMD dapat mengacu ke kebijakan-kebijakan dalam RPJMN Teknokratik yang saat ini sedang disusun oleh Kementerian PPN/Bappenas," ungkap R. Budiono Subambang.

Menurutnya, penyusunan RPJMD bukan merupakan tujuan akhir dari perencanaan pembangunan daerah, namun yang paling penting adalah bagaimana seluruh program lima tahunan yang telah menjadi komitmen bersama dapat dikendalikan dan dievaluasi serta direalisasikan secara konkrit dalam RKPD setiap tahun.

"Oleh karena itu, kepada seluruh unsur penyelenggara pemerintahan daerah yang terdiri dari DPRD, Unsur Pimpinan Instansi Vertikal, perangkat daerah kabupaten/kota bersama pemangku kepentingan lainnya harus mampu bersinergi, berkoordinasi, dan memiliki integritas serta komitmen yang tinggi, untuk mencapai seluruh sasaran dari arah kebijakan yang telah dirumuskan dalam RPJMD," pungkasnya.

Penulis: 
Rizky Fitrajaya
Sumber: 
Bappeda Kep. Babel