Sambut Investor, Pemprov Babel Siap Permudah Perizinan

Pangkalpinang, Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyambut baik keinginan investor yang ingin berinvestasi di Babel. Salah satunya dengan cara mempermudah perizinan dan menyiapkan infrastruktur pendukung.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Bappeda Kep. Babel Fery Insani pada saat Pemaparan Rencana Pembangunan Storage dan Refenery di Kawasan Industri Sadai dan Sekitarnya.di Ruang Rapat Ketawai, Rabu (20/11).

Menurut Fery Insani, dengan adanya investasi yang masuk diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Bangka Belitung, apalagi saat ini Babel ingin bertransformasi dari sektor tambang ke sektor lainnya.

"Kami mendukung bila ada investor yang ingin masuk ke Babel, kita akan dorong dengan mempermudah perizinan serta menyiapkan infrastruktur pendukungnya," kata Fery Insani pada saat Pemaparan Rencana Pembangunan Storage dan Refenery di Kawasan Industri Sadai dan Sekitarnya.

Direktur PT RBA, Vindyarto Purba, mengatakan Pulau Lepar berpotensi untuk menjadi terminal penyimpanan minyak dan gas, namun diperlukan penetapan lokasi dari Kementerian ESDM. Pihak PT RBA berharap, Pemprov. Kep. Babel dan Pemkab Bangka Selatan dapat bersama-sama dalam memperjuangkan penetapan lokasi tersebut.

"Beberapa Perusahaan dari Jepang, Korea dan Cina secara diam-diam sudah melakukan survei ke Pulau Lepar dan lokasinya dianggap layak untuk dijadikan terminal penyimpanan minyak dan gas, namun diperlukan penetapan lokasi dari ESDM dulu," kata Vindyarto.

Sependapat dengan Vindyarto Purba, Ronnie, dari PT RBA juga mengatakan hal yang sama, menurutnya Pulau Bangka terletak diposisi yang startegis, berada di jalur ekonomi yang hampir 85 persennya melalui perairan tersebut. Dengan letak yang terpisah dari Pulau Bangka, Pulau Lepar dapat dijadikan sebagai terminal penyimpanan minyak dan gas.

"Letak Pulau Lepar ini strategis, diharapkan pada 10 tahun kedepan dapat menjadi terminal penyimpanan minyak dan gas untuk pasar asia pasifik, apa lagi dengan luas Pulau sekitar 6000 Ha cukup mengakomodir industri petrokimia dan tidak menutup kemungkinan Singapura juga masuk ke Pulau Lepar," katanya.

Pada saat pemaparan, hadir juga Bupati Bangka Selatan Justiar Noer dan Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan.

Penulis: 
Rizky Fitrajaya
Sumber: 
Bappeda Kep. Babel