Wagub Abdul Fatah Sambut Baik Penilaian Kinerja Kabupaten/Kota Dalam Pelaksanaan Aksi Konvergensi Percepatan Penurunan Stunting



Pangkalpinang. Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melakukan penilaian kepada kabupaten/kota terhadap pelaksanaan Aksi Konvergensi Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2020. Tiga kabupaten yang dinilai kinerjanya adalah, Kabupaten Bangka, Kabupaten Bangka Barat dan Kabupaten Bangka Selatan.

Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Abdul Fatah menyambut baik adanya penilaian kinerja kabupaten/kota dalam pelaksanaan Aksi Konvergensi Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2020 di Prov. Kep. Bangka Belitung.

Menurutnya, Strategi Nasional Percepatan Pencegahan Stunting Tahun 2018-2024 telah mengamanatkan untuk melakukan pelaksanaan dan melaporkan hasil pemantauan serta evalusi secara berkala, dengan tujuan untuk mengetahui capaian kinerja program dan kegiatan dan mendapatkan informasi kemajuan pelaksanaan, pencegahan dan penurunan stunting.

"Penilaian kinerja dapat menjadi ajang pembelajaran dan memacu daya saing kabupaten/kota dalam penanganan stunting," kata Abdul Fatah pada saat membuka Penilaian Kinerja Kabupaten/Kota Dalam Pelaksanaan Aksi Konvergensi Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2020 di Prov. Kep. Bangka Belitung, Kamis (22/10), melalui virtual meeting.

Pada tahun 2018, penanganan Stunting di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung difokuskan pada Kabupaten Bangka Barat, di tahun 2019 difokuskan pada Kabupaten Bangka dan Bangka Barat, sementara untuk tahun 2020 difokuskan pada Kabupaten Bangka Barat, Kabupaten Bangka dan Kabupaten Bangka Selatan.

Penurunan angka stunting, menurut Abdul Fatah memerlukan kerjasama yang terorganisir antara pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten/kota. Dengan adanya sinergitas tersebut, dapat diminimalisir adanya stunting di Bangka Belitung.

"Kami yakin hal ini dapat menurunkan presentase penurunan stunting menjadi satu digit bahkan zero stunting, ini harapan kita semua, dengan harapan anak-anak di Bangka Belitung selalu tumbuh sehat dan kuat." kata Abdul Fatah.


Deputy Governor Abdul Fatah Endorses Performance Assessment to Reduce Stunting

Pangkalpinang. The Provincial Government of Kepulauan Bangka Belitung carried out performance assessment to regencies/municipality on the implementation of Convergence Action for the Acceleration of Stunting Reduction in 2020. The 3 regencies being assessed for their performances were Bangka Regency, West Bangka Regency and South Bangka Regency.

Deputy Governor of Kepulauan Bangka Belitung, Abdul Fatah endorsed the performance assessment of regencies/municipality in implementing the Convergence Action for the Acceleration of Stunting Reduction in 2020 in Kepulauan Bangka Belitung Province.

According to him, the National Strategy to Accelerate Stunting Prevention has mandated to implement and periodically report the results of the monitoring and evaluation, in order to find out the performance achievement of the program and the activities as well as to gather the information on the progress in the implementation, prevention and reduction of stunting.

 “The performance assessment can be the learning arena and spurs the competitiveness of the regencies/municipality in handling stunting,” Abdul Fatah said in the opening of Performance Assessment of Convergence Action for the Acceleration of Stunting Reduction in 2020 in Kepulauan Bangka Belitung Province, Thursday (22/10), via virtual meeting.

In 2018, stunting handling in Kepulauan Bangka Belitung Province was focused in West Bangka Regency and in Bangka Regency in 2019, while in 2020 the focuses are in West Bangka Regency, Bangka Regency and South Bangka.

The reduction of stunting number, according to Abdul Fatah, requires organized cooperation among national, provincial and local governments. With the synergy, stunting in Bangka Belitung can be minimized.

“We believe that this can lower the percentage of stunting to one digit, or even zero stunting, this is the hope of all of us, that the children in Bangka Belitung will always grow healthy and strong,” Abdul Fatah said.


Editor dan Translator: Rusni Budiati
Penulis: 
Rizky Fitrajaya
Sumber: 
Bappeda Kep. Babel