Data Sinergikan Perencanaan Pembangunan Pusat dan Daerah

Pangkalpinang, Kepala Bappeda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Fery Insani mengingatkan pentingnya data dalam menyusun perencanaan pembangunan. Apalagi, dengan habisnya RPJMD Tahun 2017-2022, data menjadi dasar untuk mengidentifikasi masalah, isu, target serta kebijakan pembangunan yang disusun dalam RKPD Tahun 2023.

"Data juga digunakan untuk menyinergikan perencanaan pembangunan, mulai dari Pusat, Provinsi sampai dengan Kabupaten/Kota," kata Fery Insani pada saat membuka Focus Group Discussion Tentang Peran Data dan Informasi Dalam Perencanaan Pembangunan Daerah, di ruang rapat Pulau Ketawai, Senin (20/12).

Senada dengan Kepala Bappeda, Sekretaris Bappeda Kep. Babel, Joko Triadhi juga menekankan tingkat ketersediaan data. Menurutnya, selama ini Pemerintah Pusat mengidentifikasi permasalahan yang ada di daerah melalui data, terutama melalui data yang dimandatkan ke daerah.

"Pada saat pengusulan kegiatan di Pemerintah Pusat, Kementerian/Lembaga akan melakukan konfirmasi terhadap data di saat pembahasan, oleh karena itu, ketersedian data untuk mendukung usulan harus kita persiapkan," kata Joko Triadhi.

Kedepannya, lanjutnya Joko Triadhi, di tingkat Provinsi rencananya akan menerapkan pola yang sama dengan Pemerintah Pusat. Dimana pada saat pengusulan program dan kegiatan, Perangkat Daerah harus melengkapinya dengan data.

"Dengan data dapat kita lihat apakah program dan kegiatan yang kita lakukan sudah sesuai dengan keadaan yang ada, dan juga untuk menentukan lokusnya, serta tak kalah pentingnya dengan adanya data, pertanggungjawaban kita terhadap program dan kegiatan akan menjadi lebih kuat, karena pengusulannya berdasarkan data," kata Joko Triadhi.

Hadir sebagai narasumber FGD Peran Data Dan Informasi Dalam Perencanaan Pembangunan Daerah, Statisi Madya BPS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Aja Nasrun

Penulis: 
Rizky Fitrajaya
Sumber: 
Bappeda Prov. Kep. Babel