Dukung Agenda Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, Babel Integrasikan Indikator SDGs ke dalam Dokumen Perencanaan

  

Pangkalpinang. Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terus berupaya untuk mendukung capaian agenda Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau yang sering disebut Sustainable Development Goals (SDGs). Salah satu caranya adalah dengan mengintegrasikan indikator SDGs ke dalam dokumen perencanaan.

Sekretaris Bappeda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Joko Triadhi menjelaskan, SDGs merupakan kelanjutan dari Millenium Development Goals (MDGs) dan didalam SDGs terdapat 17 tujuan dan 169 target yang merupakan rencana aksi global untuk 15 tahun ke depan, tepatnya dari tahun 2016 sampai dengan tahun 2030.

“SDGs ini merupakan kesepakatan bersama kurang lebih 193 negara, termasuk kami di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mendukung apa yang menjadi tujuan dan target dalam SDGs,” kata Joko Triadhi pada saat membuka Rapat Koordinasi dan Evaluasi Pelaksanaan SDGs, di ruang Rapat Pulau Ketawai, Selasa (19/10).

Sebagai bentuk dukungan terhadap pencapaian tujuan SDGs, menurut Joko Triadhi, Pemprov. Kep. Babel pada tahun 2020 telah menyusun Rencana Aksi Daerah (RAD) Tujuan Pembangunan Berkelanjutan Provinsi Bangka Belitung Tahun 2017-2022, yang tertuang dalam Peraturan Gubernur Nomor 52 Tahun 2020.

“RAD Tujuan Pembangunan Berkelanjutan inilah yang menjadi pedoman kami dalam mengintegrasikan tujuan SDGs dalam dokumen perencanaan, baik itu di perangkat daerah di provinsi dan kabupaten/kota untuk mencapai tujuan SDGs,” kata Joko Triadhi.

Terdapat beberapa hal yang membutuhkan percepatan terkait capaian tujuan SDGs di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Menurut Joko Triadhi, evaluasi dan masukan dari Sekretariat SDGs Nasional dapat menjadi bahan dalam penyusunan RPJMD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Tahun 2025-2030 untuk mengintegrasikan tujuan SDGs ke dalam dokumen perencanaan.

Khairanis Rahmanda dari Sekretariat SDGs Nasional mengatakan RPJMD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang akan berakhir  pada tahun 2022 menjadi kesempatan emas untuk mengarusutamakan tujuan SDGs ke dalam dokumen perencanaan daerah.

“Ini merupakan kesempatan emas bagi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, dimana penyusunan background RPJMD 2024-2030 sudah di depan mata, dan tentunya menjadi kesempatan untuk memetakan isu SDGs yang sudah mainstream dan akan lebih di-mainstream-kan lagi ke dalam perencanaan daerah,” kata Khairanis Rahmanda melalui virtual meeting.

Pelaksanaan SDGs diharapkan Khairanis Rahmanda, tidak hanya sampai pada penetapan Rencana Aksi Daerah. Menurutnya, pemerintah daerah perlu memastikan bahwa program dan kegiatan dalam RAD dituangkan dalam perencanaan dan penganggaran tahunan di tingkat provinsi dan kabupaten/kota.

“Pemerintah daerah juga diharapkan untuk dapat memastikan kolaborasi pelaksanaan program dan kegiatan pada lembaga non-pemerintah serta memastikan pemantauan dan evaluasi dilakukan dengan baik,” katanya.


Babel Integrates SDGs Indicators into Planning Documents

Pangkalpinang. The Provincial Government of the Kepulauan Bangka Belitung continues to support the achievement of the Sustainable Development Goals (SDGs) agenda. One of the supports is by integrating the SDGs indicators into planning documents.

Secretary of Bappeda of the Kepulauan Bangka Belitung Province, Joko Triadhi explained that the SDGs have replaced the Millennium Development Goals (MDGs). There are 17 goals and 169 targets in the SDG, which also become the global action plans for the next 15 years, from 2016 to 2030.

"This SDGs is a mutual agreement of approximately 193 countries, including us in the Bangka Belitung Islands Province to support the achievement of SDGs' goals and targets," said Joko Triadhi at the opening of the Coordination and Evaluation Meeting on the Implementation of the SDGs, in the Pulau Ketawai Meeting Room, Tuesday (19/10).

To support the achievement of the SDGs goals, according to Joko Triadhi, in 2020, the Provincial Government of the Kepulauan Bangka Belitung has compiled a Regional Action Plan (RAD) for the Sustainable Development Goals of the Kepulauan Bangka Belitung Province of 2017-2022, which is enacted in the Governor Regulation Number 52 of 2020.

"This Sustainable Development Goals' RAD is our guideline to integrate the SDGs goals in planning documents, at provincial and regency/municipality levels to achieve the SDGs goals," said Joko Triadhi.

Several things related to the achievement of the SDGs goals in the Province of the Bangka Belitung Islands need acceleration. According to Joko Triadhi, the evaluation and input from the SDGs' National Secretariat to integrate the SDGs objectives into planning documents can be used as materials to prepare the 2025-2030 Medium-term Regional Development Plan (RPJMD) of the Kepulauan Bangka Belitung Province.

Khairanis Rahmanda from the National SDGs Secretariat said that the RPJMD of the Kepulauan Bangka Belitung Province, which would end in 2022, is a golden opportunity to mainstream SDGs goals into regional planning documents.

"This is a golden opportunity for the Province of the Kepulauan Bangka Belitung, where the preparation of the background for the RPJMD 2024-2030 is in sight, and of course it is an opportunity to map out the SDGs issues that have been mainstreamed and will be mainstreamed further into regional planning," said Khairanis Rahmanda via virtual meetings.

The implementation of SDGs is expected by Khairanis Rahmanda, not merely until the determination of the Regional Action Plans (RAD). According to her, local governments need to ensure that programs and activities in the RAD are included in annual planning and budgeting at the provincial and regency/municipality levels.

"Local governments are also expected to be able to ensure collaboration in the implementation of programs and activities with non-governmental institutions and ensure that monitoring and evaluation are carried out properly," she said.


Penerjemah/ Editor (IND): Rusni Budiati
Penulis: 
Rizky Fitrajaya
Sumber: 
Bappeda Prov. Kep. Babel