Kepala Bappeda Babel Buka Rapat Internal Persiapan PPD Tahun 2024

   

Pangkalpinang – Kepala Bappeda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Fery Insani membuka Rapat Internal Persiapan Penghargaan Pembangunan Daerah Tahun 2024, di ruang rapat Pulau Ketawai, Rabu (17/01/2024). Ia menyampaikan, Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) merupakan kegiatan pengendalian perencanaan pembangunan daerah oleh Kementerian PPN/Bappenas melalui evaluasi kreatif dan komprehensif terhadap pembangunan daerah untuk tingkat provinsi, kabupaten, dan kota setiap tahun. Penghargaan dari pemerintah pusat ini sekaligus untuk memberikan apresiasi kepada provinsi, kabupaten, dan kota yang berhasil dengan baik dalam perencanaan, pencapaian pelaksanaan, dan inovasi pembangunan.

"Penghargaan Pembangunan Daerah ini diharapkan dapat memotivasi daerah untuk merencanakan dan melaksanaan kegiatan pembangunan lebih baik lagi," kata Fery Insani di depan pegawai Bappeda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang akan melaksanakan penyiapan dokumen perencanaan dan inovasi, serta presentasi untuk penghargaan tersebut.

Sebelumnya, kegiatan PPD ini dikenal dengan nama Anugerah Pangripta Nusantara (APN) yang telah dilaksanakan sejak tahun 2011. Mulai tahun 2018, APN berubah nama menjadi PPD yang penilaiannya tidak hanya pada aspek perencanaan, namun juga meliputi pencapaian pelaksanaan pembangunan. Fery Insani menjelaskan bahwa pelaksanaan PPD 2024 ini dimulai dari sosialisasi konsep PPD yang dilanjutkan dengan beberapa tahap penilaian yaitu, penilaian dokumen, wawancara dan verifikasi, penetapan provinsi terbaik, serta pemberian penghargaan. 

Ia juga menjelaskan bahwa penilaian tahap pertama, yaitu penilaian dokumen, memiliki bobot 35 persen dari seluruh tahapan penilaian. Aspek pencapaian dinilai berdasarkan pada pencapaian sasaran pembangunan daerah. Penilaian aspek kualitas dokumen perencanaan dilakukan berdasarkan pada kriteria, keterkaitan, konsistensi, kelengkapan, dan kedalaman. Pada penilaian tahap kedua, tim penilai akan melakukan wawancara dan verifikasi atas perencanaan, pencapaian pelaksanaan, pelaksanaan kebijakan, dan inovasi yang dikembangkan.

"Penilaian ditekankan pada empat aspek penilaian yang meliputi pencapaian, kualitas dokumen perencanaan, proses penyusunan dokumen perencanaan, dan inovasi yang dikembangkan. Bobot penilaian wawancara dan verifikasi adalah 65 persen terhadap seluruh tahap penilaian," jelas Fery Insani. Ia juga mengamanatkan kepada peserta rapat agar semua dokumen dan persyaratan yang diperlukan dapat disusun sebaik-baiknya.


Head of Bappeda Babel Opens 2024 PPD Preparation Meeting

Pangkalpinang - The Head of Bappeda of Kepulauan Bangka Belitung Province, Fery Insani, opened the internal preparation meeting for 2024 Regional Development Award, in the Pulau Ketawai meeting room, Wednesday (17/01/2024). He said that the Regional Development Award (PPD) is a regional development planning controlling tool of the Ministry of PPN / Bappenas through creative and comprehensive evaluation of regional development at provincial, district, and city levels every year. Through this award, the central government also conveys appreciation to provinces, regencies, and cities that have succeeded well in planning, implementation achievement, and innovation development.

"The Regional Development Award is to motivate regions to plan and implement development activities better," said Fery Insani in front of the officers preparing the planning and innovation documents and the presentation for the award.

Previously, PPD was known as Anugerah Pangripta Nusantara (APN), implemented since 2011. Starting in 2018, APN changed its name to PPD, whose assessment is not only on the planning aspects but also includes the achievement of development implementation. Fery Insani explained that the implementation of PPD 2024 began with disseminating the PPD concept followed by several stages of assessment, namely, document assessment, interviews and verification, nomination of the best provinces, and awards.

He also explained that the first stage of the assessment, namely document assessment, weighs 35 percent of all stages of the assessment. The achievement aspect is assessed based on the achievement of regional development goals. The quality aspect of planning documents is assessed based on criteria, linkage, consistency, completeness, and deepness. In the second stage, the assessment team will conduct interviews and verification on planning, implementation achievements, policy implementation, and innovations developed.

"The assessment emphasizes four aspects of assessment, which include achievements, the quality of planning documents, the process of preparing planning documents, and innovations developed. The weight of the interview and verification assessment is 65 percent of the entire assessment stages," explained Fery Insani. He also mandated the meeting participants to prepare all necessary documents and requirements to the very best.

Penulis: 
Rizky Fitrajaya
Translator: 
Adi MishaDi
Editor: 
Rusni Budiati
Sumber: 
Bappeda Babel