Pj. Sekda Babel Fery Afriyanto Buka Musrenbang RKPD 2026

    

Pangkal Pinang – Pj. Sekretaris Daerah (Sekda) Kepulauan Bangka Belitung, Fery Afriyanto, membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Tahun 2026, Kamis (24/04/2025). Ia memandang Musrenbang sebagai tahapan lanjutan dari proses yang telah dilaksanakan dalam rangka penyusunan perencanaan pembangunan daerah untuk tahun 2026 mendatang.

"Ini merupakan tahapan penting untuk menentukan tindakan masa depan dalam rangka mencapai tujuan pembangunan yang lebih baik secara transparan dan akuntabel," kata Fery Afrianto secara daring.

RKPD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Tahun 2026, lanjut Fery Afryanto, merupakan tahun pertama penjabaran RPJM dan RPJMD tahun 2025-2029. Dengan demikian, 17 prioritas pembangunan nasional dan penjabaran visi misi Gubernur Kepulauan Bangka Belitung terpilih menjadi bagian yang harus dipertimbangkan. 

Tema pembangunan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada tahun 2026 diselaraskan dengan penyusunan perencanaan daerah terhadap arah kebijakan nasional. Selain itu juga mempertimbangkan arah kebijakan dan prioritas pembangunan daerah serta berdasarkan pertimbangan kondisi umum daerah.

"Tema pembangunan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada Tahun 2026 adalah ‘Penguatan Inovasi Menuju Hilirisasi Sektor Unggulan Daerah Secara Berkelanjutan’”, Fery Afryanto menyampaikan.

Tema pembangunan diatas dimaknai secara keseluruhan sebagai berikut:

  1. Penyiapan inovasi dimaknai sebagai penyiapan ekosistem inovasi, meliputi input ilmu pengetahuan dan teknologi, sumber daya manusia, kelembagaan, infrastruktur, regulasi, dan pendanaan. 
  2. Hilirisasi sektor unggulan daerah dimaknai dengan proses penciptaan nilai tambah dan peningkatan daya saing sektor unggulan daerah.
  3. Berkelanjutan dimaknai sebagai upaya sadar dan terencana yang memadukan aspek lingkungan hidup, sosial, ekonomi, lingkungan, hukum, serta tata kelola ke dalam strategi pembangunan yang menjamin keutuhan lingkungan hidup serta keselamatan, kemampuan, kesejahteraan, dan mutu hidup generasi masa kini dan generasi masa depan.

Fery Afryanto berharap musrenbang ini dapat memberi masukan untuk merancang masa depan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada tahun yang akan datang dalam rangka mencapai tujuan pembangunan yang lebih baik.

"Untuk itu, kami mengundang Bapak Ibu agar dapat berpartisipasi dan terlibat dalam proses pembangunan untuk bersama-sama mencurahkan ide, gagasan, sumbang saran, serta berbagai masukan yang bersifat konstruktif , " kata Fery Afryanto menyampaikan harapannya.

Musrenbang dihadiri berbagai stake holders Pembangunan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Hadir sebagai narasumber Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri, Safrizal Z.A.; Deputi PSDALH, Kementerian PPN/Bappenas RI, Leonardo Teguh A.A. Sambodo; dan Analis Kebijakan Madya, Bappeda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Fitriansyah.


Exec Sec Fery Afriyanto Opens 2026 Musrenbang RKPD

Pangkal Pinang – Acting Executive Secretary of Kepulauan Bangka Belitung, Fery Afriyanto, opened the Development Planning Deliberation (Musrenbang) of the 2026 Regional Government Work Plan (RKPD) of Kepulauan Bangka Belitung, Thursday (24/04/2025). He considered Musrenbang as the next step in the planning process to formulate the development plan for 2026.

“This is a crucial phase to determine our future to achieve development goals better transparently and accountably,” said Fery Afrianto, online.

The 2026 RKPD of Kepulauan Bangka Belitung, according to Exec. Sec., was the first-year implementation of national and regional mid-term development plans 2025–2029. Therefore, the planning documents must take into account the 17 national development priorities and the elaboration of the vision and missions of the elected Governor of Kepulauan Bangka Belitung.

The 2026 development theme of the Kepulauan Bangka Belitung Province is aligned with the regional development planning and the national policy directions. In addition, the theme also considers the direction of the regional development policies and priorities based on the general condition of the region.

“The 2026 development theme of Kepulauan Bangka Belitung Province is ‘Innovation Strengthening towards Sustainable Leading Sectors Downstreaming’”

The development theme is interpreted as follows:

  1. Innovation strengthening is interpreted as the preparation of the innovation ecosystem, including sciences and technologies, human resources, institutions, infrastructures, regulations, and finance.
  2. Leading sector downstream is meant as the process to create added value and increase the competitiveness of the leading sectors.
  3. Sustainability is defined as a conscious and planned effort, combining environmental, social, economic, legal, and governance aspects into development strategies that ensure the integrity of the environment and the safety, capabilities, as well as the welfare and quality of life of the present and future generations.

Fery Afriyanto hoped that the musrenbang would provide inputs and feedback to design the future of Kepulauan Bangka Belitung Province for the following year to achieve the development goals better.

“Therefore, we invite all of you to participate and to engage in the development process by jointly sharing constructive ideas, thoughts, suggestions, inputs, and feedback,” Fery Afriyanto conveyed his hopes.

Various development stakeholders in Kepulauan Bangka Belitung Province attended the musrenbang. The presented key persons were Safrizal Z.A., the Director General of  Regional Administration Development of MoHA; Leonardo Teguh A.A. Sambodo, the Deputy for Maritime Affairs and Natural Resources of the Ministry of National Development Planning (PPN)/ Bappenas; and Fitriansyah, the senior policy analyst of Bappeda of Kepulauan Bangka Belitung.

Penulis: 
Rizky Fitrajaya
Translator: 
Rusni Budiati
Editor: 
Rusni Budiati
Sumber: 
Bappeda Prov. Kep. Babel