Navigasi

Optimalkan Program Makan Bergizi, Babel Akselerasi Integrasi Pertanian Hulu-Hilir

Penulis

Rizky Fitrajaya

Tanggal Terbit

7 Mei 2026

Kategori

Optimalkan Program Makan Bergizi, Babel Akselerasi Integrasi Pertanian Hulu-Hilir - 1
Optimalkan Program Makan Bergizi, Babel Akselerasi Integrasi Pertanian Hulu-Hilir - 2
Optimalkan Program Makan Bergizi, Babel Akselerasi Integrasi Pertanian Hulu-Hilir - 3
Optimalkan Program Makan Bergizi, Babel Akselerasi Integrasi Pertanian Hulu-Hilir - 4
1 / 4

Pangkal Pinang – Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengakselerasi kemandirian pangan daerah untuk memperkuat capaian Indeks Ketahanan Pangan (IKP). Strategi integrasi antara sektor produksi di hulu dan konsumsi di hilir menjadi kunci agar program strategis nasional, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), menjadi momentum emas bagi peningkatan produktivitas petani lokal.

 

Kepala Bappeda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Joko Triadhi, mengungkapkan bahwa lonjakan ekonomi pada sektor akomodasi serta makan dan minum yang mencapai 39 persen secara tahunan (year-on-year) menunjukkan potensi pasar yang besar. Rilis BPS pada triwulan pertama tahun 2026 ini menunjukkan tren positif yang diharapkan berbanding lurus dengan penguatan di sektor hulu pertanian.

 

"Kita harapkan program prioritas nasional seperti MBG ini menjadi trigger kuat bagi pertumbuhan sektor pertanian kita, khususnya tanaman pangan. Momentum dengan dukungan anggaran besar yang masuk ke daerah ini harus kita manfaatkan untuk mendorong sektor produksi agar tumbuh bersama sektor konsumsinya," ujar Joko Triadhi dalam Forum Group Discussion Kebijakan Ketahanan Pangan Daerah, Kamis (7/5/2026).

 

Meski angka IKP Bangka Belitung relatif baik, Joko Triadhi menekankan pentingnya mentransformasikan ketergantungan pasokan luar daerah menjadi kemandirian produksi lokal. Sebagai daerah kepulauan, kecukupan pangan yang bersumber dari dalam provinsi merupakan langkah strategis untuk memperkuat kedaulatan pangan daerah.

 

Menurut Joko Triadhi, penguatan ini harus dilakukan secara holistik melalui tiga pilar utama: ketersediaan, aksesibilitas, dan pemanfaatan konsumsi. Hal ini mencakup seluruh komponen mulai dari peningkatan produksi, kelancaran pasokan, hingga diversifikasi pangan masyarakat.

 

"Indeks saat ini adalah modalitas kita. Tugas kita sekarang adalah memastikan sumber bahan pangannya semakin banyak yang dihasilkan dari Bumi kita sendiri. Kita ingin kemandirian produksi kita juga ikut naik seiring dengan tingginya indeks ketahanan pangan tersebut," tuturnya.

 

Ia mengajak seluruh perangkat daerah untuk bekerja secara integratif. Kolaborasi antara sektor infrastruktur, distribusi (Perhubungan), perdagangan, hingga kesehatan dipandang perlu untuk mengawal aspek keamanan pangan. Langkah ini juga selaras dengan inovasi kebijakan Gubernur Kepulauan Bangka Belitung melalui Gerakan Tanam Cabai Rakyat (Gencar).

 

"Ketahanan pangan adalah tugas kita bersama, sebuah gerakan kolektif. Jangan kita berjalan sendiri-sendiri. Sektor produksi di hulu harus disokong penuh oleh sektor hilir agar tercipta ekosistem ekonomi yang menyatu dan berkelanjutan bagi masyarakat Bangka Belitung," pungkas Joko Triadhi.

 


Optimizing MBG, Babel Accelerates Integrated Agricultural Up-Down Streaming 

 

Pangkal Pinang – Provincial Government of Kepulauan Bangka Belitung accelerates regional food independence to strengthen the achievement of Food Security Index (FSI/IKP). The integration strategy between the upstream production sector and the downstream consumption sector is the key driver for the national strategic program, such as the Free Nutritious Meal (MBG) program, to improve local farmers’ productivity.

 

The Head of the Regional Development Planning Agency (Bappeda) of the Kepulauan Bangka Belitung Province, Joko Triadhi, stated that the 39 percent year-on-year economic surge in the accommodation and food and beverage sectors indicates significant market potential. BPS reported that the first quarter of 2026 showed a positive trend, which was expected to align with the strengthening of the upstream agricultural sector.    


"We hope that national priority programs like the MBG will strongly trigger the growth of our agricultural sector, particularly food crops. We must capitalize on the momentum of the substantial budget support flowing into this region to encourage the production sector to grow alongside the consumption sector," said Joko Triadhi in a Regional Food Security Policy Group Discussion Forum on Thursday (May 7, 2026).

 

Despite the relatively positive food security index (IKP), Joko Triadhi emphasized the importance of transforming imports into self-sufficiency in local production. As an archipelago, ensuring food sufficiency sourced from within the province is a strategic step towards strengthening regional food sovereignty.

 

According to Joko Triadhi, this strengthening must be carried out holistically through three main pillars: availability, accessibility, and consumption utilization. This encompasses all components, including increased production, smooth supply, and community food diversification.

 

"The current index is our modality. Our task now is to ensure that more food is produced in our own land. We want our production independence to also increase in line with the high food security index," he said.

 

He encouraged all regional units to work in an integrated manner. Collaboration of infrastructure, distribution (transportation), trade, and health sectors is necessary to safeguard food security. This step also aligns with the innovative policy of the Governor of the Kepulauan Bangka Belitung through the People's Chili Planting Movement (Gencar).

 

"Food security is our shared responsibility, a collective movement. We must not walk separately. The production sectors in the upstream must be fully supported by the downstream sectors to create a unified and sustainable economic ecosystem for the people of Bangka Belitung," concluded Joko Triadhi.

 

[Transl.: Rusni B]

Sumber

Fotografer

Editor

Rusni Budiati