Pangkalpinang, Bappeda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyelenggarakan Rapat Koordinasi Tim Kelompok Kerja Air Minum, Penyehatan Lingkungan dan Penanganan Kumuh (POKJA AMPL), di ruang rapat Bukulimau di Kantor Bappeda Kep. Babel Senin (19/11).

Pada saat Rakor dibahas substansi data base buku saku AMPL dan penanganan kawasan kumuh serta isu strategis terkait Air Minum, Penyehatan Lingkungan dan Penanganan Kawasan Kumuh untuk Tahun 2019.

Menurut Kabid Infrastruktur dan Kewilayahan Bappeda Kep. Babel Supianto, pada tahun 2019, Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menargetkan menuntaskan program Air Minum, Penyehatan Lingkungan dan Penanganan Kumuh yang belum selesai di tahun 2018, target ini berkaitan dengan RPJMN yang akan berakhir di tahun 2019.

Pemerintah menargetkan capaian program 100-0-100 di tahun 2019, yakni 100 persen akses air minum, 0 persen kawasan pemukiman kumuh, dan 100 persen akses sanitasi layak.

"Target-target yang kurang di tahun 2018 harus tuntas di tahun 2019, sehingga banyak program-program yang menyasar pada tiga isu, air minum, sanitasi dan kawasan kumuh yang belum tuntas.

Terkait dengan buku saku AMPL dan penanganan kawasan kumuh, menurut Supianto akan berisi data base terkait air minum, sanitasi dan kawasan kumuh. Hal ini akan memudahkan stakeholder untuk mengambil sikap terhadap rencana aksi Air Minum, Penyehatan Lingkungan dan Penanganan Kawasan Kumuh.

"Buku saku ini seperti kamus, ini akan memudahkan orang yang membaca terkait target capaian sanitasi, air minum dan kawasan kumuh, selain itu akan ada juga lokasi dan sumber pendanaannya dari mana," kata Supianto.