Pangkal Pinang, Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menetapkan arah pembangunan tahun 2027 melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD yang diselenggarakan di Pangkal Pinang, Rabu (15/04).
Dalam Musrenbang, Penjabat Sekretaris Daerah Kepulauan Bangka Belitung, Fery Afriyanto, menegaskan komitmen pemerintah untuk memperkuat struktur ekonomi daerah melalui diagnosa kebijakan yang tepat dan akurat sesuai potensi wilayah. Beliau memaparkan bahwa rencana pembangunan ini merupakan pijakan penting dalam siklus perencanaan daerah.
"Penyusunan Rencana Kerja Pembangunan Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Tahun 2027 merupakan tahun ketiga dari pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah 2025-2029 yang mengusung tema "Penguatan Ketahanan Pangan, Hilirisasi Komoditas Unggulan Daerah serta Pembangunan Pariwisata yang Berkualitas," ujar Fery Afriyanto saat membacakan sambutan Gubernur Kepulauan Bangka Belitung.
Fery Afriyanto menjelaskan bahwa hilirisasi komoditas unggulan daerah dimaknai dengan upaya untuk meningkatkan nilai tambah melalui penciptaan iklim investasi yang kondusif, penyediaan tenaga kerja terampil, pemberdayaan UMKM, serta memanfaatkan hasil riset dan inovasi.
"Sementara pembangunan pariwisata yang berkualitas difokuskan pada aspek daya saing dasar, memberikan pengalaman unik, bernilai tinggi, dan memenuhi nilai-nilai berkelanjutan," tambahnya.
Guna meningkatkan kualitas pelayanan publik, Pemerintah Provinsi mewajibkan setiap perangkat daerah untuk melahirkan pembaruan dalam setiap program kerja melalui kebijakan inovasi. Hal ini dianggap krusial untuk memastikan setiap anggaran yang dikeluarkan memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat Negeri Serumpun Sebalai.
Fery Afriyanto menekankan, "Dari setiap program yang dilaksanakan oleh Perangkat Daerah, maka harus ada satu inovasi yang dibangun atau diperbaharui untuk menciptakan pelayanan publik yang lebih bermakna dan berdampak."
Kepala Bappeda Kepulauan Bangka Belitung, Joko Triadhi, menekankan bahwa penyusunan dokumen perencanaan harus menjadi wadah integrasi yang tajam bagi setiap usulan pembangunan. Beliau mengarahkan agar seluruh proses filterisasi usulan dari berbagai pihak dilakukan secara terintegrasi agar tidak berjalan sendiri-sendiri.
"Usulan dilakukan secara terpadu, lintas sektoral dan lintas wilayah dengan mengedepankan perencanaan yang bersifat tematik, holistik, integratif dan spasial," tegas Joko Triadhi dalam Musrenbang.
Pada kesempatan yang sama, Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengumumkan perangkat daerah terinovatif sebagai bentuk apresiasi atas kinerja pelayanan. Untuk penghargaan tahun 2025, Dinas Komunikasi dan Informatika meraih predikat Terbaik I, diikuti Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral sebagai Terbaik II, serta Dinas Kesehatan sebagai Terbaik III.
Sementara untuk periode tahun 2024, posisi Terbaik I diraih oleh Dinas Komunikasi dan Informatika, Terbaik II oleh Dinas Pendidikan, dan Terbaik III oleh Dinas Kelautan dan Perikanan.
Hadir melalui video meeting memberikan paparan, Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri, Dr. Yusharto Huntoyungo, M.Pd, serta Direktur Pembangunan Daerah Wilayah I Kementerian PPN/Bappenas, Jayadi.