Pangkalpinang, Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengajukan permohonan Relokasi Lahan yang diperuntukkan sebagai Kantor PMI Prov. Kep. Babel. Awalnya, lahan untuk kantor atau yang biasanya di sebut Markas PMI, telah disiapkan di sebelah Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu (BKIPM) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Menurut Sekertaris Bappeda Kep. Babel Joko Triadhi, di tahun 2007 telah dikeluarkan rekomendasi terkait lahan yang akan digunakan sebagai Markas PMI. Namun, setelah dilakukan peninjauan lokasi, kondisi lahan dianggap tidak memadai untuk di bangun Markas PMI.

"Ketua PMI Babel sudah berkirim surat kepada Gubernur terkait relokasi lahan, secara prinsip Gubernur setuju dengan permohonan tersebut," kata Joko Triadhi pada saat Pembahasan Relokasi Lahan PMI Prov. Kep. Babel di Kawasan Perkantoran Prov. Kep. Babel, di Ruang Pulau Celagen Kantor Bappeda Kep. Babel, Kamis (03/01).

Hasil diskusi Kepala Bappeda Kep. Babel dengan Ketua PMI Prov. Kep. Babel, relokasi lahan Markas PMI diarahkan ke lokasi yang tidak jauh dari Kantor Gubernur Kep. Babel, bersebelahan dengan lokasi rencana pembangunan Klinik Kesehatan.

Diperkirakan Markas PMI yang dilengkapi gudang dan tempat parkir, membutuhkan lahan sekitar 1700 M2. "Untuk itu kita akan melakukan pengukuran terkait luas lahan serta melakukan perubahan rekomendasi terkait lahan PMI," katanya.

Pihak PMI sendiri ingin proses rekomendasi dapat dilakukan dengan cepat, karena PMI Prov. Kep. Babel akan mengusulkan pembangunan Markas PMI ke PMI Pusat. "Walaupun Markas PMI ini untuk kepentingan masyarakat, tetap harus memperhatikan prosedur dan peraturan yang berlaku," katanya

Terkait pembangunan Markas, Pemprov Kep. Babel akan mempersiapkan pembiayaan pembangunan Markas apabila tidak dibantu Pusat.

"Kita akan siapkan 2 skenario pembiayaan pembangunan Markas PMI, pertama dengan bantuan Pusat dan kedua menggunakan APBD, untuk itu kita harus mempersiapkan dokumen pendukung, apabila sudah dipastikan lokasinya, pihak PMI dapat menyiapkan DED pembangunan," ujarnya.