Pangkal Pinang – Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029 secara hibrida pada Selasa, 22 Juli 2025. Kegiatan ini dibuka oleh Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Fery Afrianto, mewakili Gubernur Kepulauan Bangka Belitung. Agenda ini menjadi penting karena merupakan ruang strategis penajaman dan penyelarasan pembangunan daerah dengan arah kebijakan nasional.
“Visi RPJMD kita adalah Babel Berdaya: berdaya saing, berbudaya, mandiri, dan sejahtera. Ini adalah pondasi awal menuju Babel Bertuah 2045 dan Indonesia Emas 2045,” tegas Fery Afriyanto saat membuka Musrenbang RPJMD 2025–2029.
Dalam sambutan gubernur tersebut disampaikan bahwa Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) saat ini berada pada fase pertama implementasi RPJPD 2024–2045, sebagaimana yang telah ditetapkan dalam Perda Nomor 8 Tahun 2024. Tiga sektor utama menjadi prioritas pembangunan daerah yaitu pendidikan, kesehatan, dan ekonomi. Peningkatan rata-rata lama sekolah, mutu layanan rumah sakit daerah, hingga pembangunan pelabuhan dan hilirisasi industri untuk memperkuat ekonomi lokal menjadi sorotan penting bagi Bangka Belitung.
“Pendidikan itu fondasi. Kalau fondasinya tidak kokoh, bangunan akan mudah goyah. Pendidikan harus diselenggarakan dengan integritas, jujur, dan bertanggung jawab,” Fery Afrianto menyampaikan.
Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri, Safrizal, yang menjadi narasumber menekankan bahwa Musrenbang ini menjadi titik awal pelaksanaan RPJMN dan RPJPN 2025–2045 yang harus dijalankan bersama antara pusat dan daerah.
“Empat kata dalam visi Babel—berdaya saing, berbudaya, mandiri, dan sejahtera— maknanya sangat dalam. Inilah peletakan dasar menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Safrizal.
Sementara itu, Staf Ahli Menteri PPN/Bappenas Bidang Pemerataan Pembangunan Regional, Tri Dewi Virgiyanti, menyoroti bahwa Babel dan seluruh daerah harus mampu menjawab tantangan pembangunan global dan domestik melalui sinergi dan strategi pertumbuhan yang inklusif.
“Kita semua harus menyusun landasan yang kuat. Tantangan global seperti harga timah, konflik geopolitik, dan perubahan iklim sangat memengaruhi daerah. Maka, RPJMD harus selaras dengan RPJPN dan 8 misi presiden untuk mendukung Indonesia menjadi negara maju,” paparnya.
Babel Berdaya as Development Foundation of Babel 2025–2029
Pangkal Pinang – The Provincial Government of Kepulauan Bangka Belitung held Development Planning Deliberation (Musrenbang) of Regional Medium-Term Development Plan (RPJMD) 2025–2029, hybrid on Tuesday, July 22, 2025. The event was opened by the Acting Executive Secretary of Kepulauan Bangka Belitung Province, Fery Afrianto, on behalf of the Governor of Kepulauan Bangka Belitung. The agenda is crucial as it is a strategic room for sharpening and synchronizing regional development direction with that of the national.
“Our RPJMD mission is Babel Berdaya (Empowered Babel–transl.ed), which means: competitive, cultured, independent, and prosperous. This is the starting foundation to achieve Babel Bertuah 2045 (Blessed Babel 2045–transl.ed) and Indonesia Emas 2045 (Golden Indonesia 2045–transl.ed),” Fery emphasized.
In the speech, he addressed that the Kepulauan Bangka Belitung Province is currently in the first phase of the Regional Long-Term Development Plan 2045–2045, as enacted in the Regional Regulation No. 8 of 2024. The three main sectors that become regional development priorities are education, health, and economy. Other highlights in the development of Kepulauan Bangka Belitung are schooling time, regional hospital service quality, as well as port development and industrial downstreaming to strengthen the local economy.
“Education is the foundation. When the foundation is not solid, the building is easily crumbled. Education must be conducted with integrity, honesty, and responsibility,” Fery Afrianto said.
A resource person, the Director General of Regional Administration Development of the Ministry of Home Affairs, Safrizal, emphasized that the Musrenbang was the starting point for the implementation of the 2025–2045 National Medium-Term Development Plan (RPJMN) and the 2025–2045 National Medium-Term Development Plan (RPJPN), which must be implemented by the national and regional governments.
The four words in Bangka Belitung Islands' vision—competitive, cultured, independent, and prosperous—have profound meaning. This is the foundation for Golden Indonesia 2045," said Safrizal.
Meanwhile, Tri Dewi Virgiyanti, an expert staff member to the Minister of National Development Planning/Bappenas for the Regional Development Equity Division, emphasized that Kepulauan Bangka Belitung and all regions must be able to address global and domestic development challenges through synergy and inclusive growth strategies.
"We all need to build a strong foundation. Global challenges like tin prices, geopolitical conflicts, and climate change significantly impact the regions. Therefore, the RPJMD must align with the RPJPN and the president's eight missions to support Indonesia's development as a developed nation," she explained.
