
Pangkalpinang, Berbagai upaya dilakukan Bappeda Kep. Babel untuk membangkitkan Lada Putih yang merupakan produk unggulan Bangka Belitung. Salah satunya dengan mengikuti Program Pendanaan Perumusan Dan Pendampingan Klaster Inovasi Tahun 2018 yang diselenggarakan Kementerian Riset Teknologi Dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia.
Bila sebelumnya Bappeda Kep. Babel mendapat pendanaan Prototipe Teknologi Untuk Masyarakat tahun 2018, pada Program Pendanaan kali ini Bappeda Kep. Babel berpeluang juga untuk mendapat pendanaan dari Kemenristekdikti.
Menurut Kepala Subbid Pembangunan Inovasi dan Teknologi Bappeda Kep. Babel Adhari, Proposal yang diajukan Bappeda Kep. Babel masuk dalam 10 Proposal yang lolos Seleksi Administrasi Dan Substansi Program Pendanaan Perumusan Dan Pendampingan Klaster Inovasi Tahun 2018.
"Alhamdulillah proposal yang kita ajukan dengan judul "Model Pengembangan Klaster Sebagai Upaya Peningkatan Daya Saing Lada Putih (Muntok White Pepper) Dalam Menghadapi Globalisasi Perdagangan." lolos seleksi administrasi dan subtansi program" kata Adhari pada saat ditemui diruang kerjanya di Kantor Bappeda Kep. Babel, Senin (04/06).
Ditambahkan Adhari, pada tahap selanjutnya, 10 proposal yang lolos seleksi akan melakukan presentasi dan penyempurnaan proposal. Setelah tahapan tersebut, akan dilakukan penetapan proposal yang akan mendapatkan pendanaan.
"Acara Presentasi dan penyempurnaan proposal akan dilakukan besok (05/06) di Jakarta," kata Adhari.
Pemberian bantuan Pendanaan Perumusan dan Pendampingan Klaster Inovasi, menurut Adhari sebagai kegiatan inisiasi awal yang diharapkan dapat memacu untuk pengembangan klaster inovasi di daerah.
"Diharapkan dengan berkembangnya klaster sistem inovasi, akan tumbuh bisnis-bisnis inovatif yang berdampak kepada peningkatan PAD dan PDRB, pendapatan dan kesejahteraan masyarakat, adanya penyerapan tenaga kerja, yang pada akhirnya berdampak terhadap peningkatan daya saing daerah," kata Adhari.