Pangkalpinang – Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melaksanakan Forum Tematik Holistik bersama perangkat daerah selama dua hari, dari tanggal 29 sampai dengan 30 Juni 2022,di ruang rapat Pulau Ketawai, Kantor Bappeda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Kepala Bidang Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah, Bappeda Kep. Babel, Agung Dwi Chandra mengatakan, pelaksanaan Forum Tematik Holistik mempedomani Permendagri Nomor 86 Tahun 2017, yang mengamanatkan perencanaan pembangunan daerah yang berorientasi pada subtansi dengan menggunakan pendekatan holistik-tematik, integratif dan spasial.
"Pendekatan tematik holistik dalam perencanaan pembangunan daerah dilaksanakan dengan mempertimbangkan keseluruhan unsur atau bagian atau kegiatan pembangunan sebagai satu kesatuan faktor potensi, tantangan, hambatan dan atau permasalahan yang saling berkaitan satu dengan lainnya," kata Agung Dwi Chandra saat membuka Forum Tematik Holistik, Rabu (29/06).
Pendekatan integratif dilaksanakan dengan menyatukan beberapa kewenangan ke dalam satu proses terpadu dengan fokus yang jelas dalam upaya pencapaian tujuan pembangunan daerah. Sedangkan pendekatan spasial dilaksanakan dengan mempertimbangkan dimensi keruangan dalam perencanaan.
Agung Dwi Chandra mengatakan, di masa lalu, pada saat menyusun program dan kegiatan perangkat daerah hanya memperhatikan perangkat daerah atau urusannya sendiri. Dengan menggunakan perencanaan pembangunan daerah yang berorientasi pada subtansi dan menggunakan pendekatan holistik-tematik, integratif dan spasial, perangkat daerah sudah tidak lagi hanya memperhatikan urusannya sendiri. Ia mencontohkan untuk mencapai sasaran peningkatan sarana dan prasarana pertanian bukan hanya menjadi tanggung jawab dinas pertanian, tetapi ada dinas lain yang juga bertanggung jawab, seperti dinas pekerjaan umum yang berkontribusi melalui pembangunan irigasi maupun pembangunan jalan ke daerah pertanian.
"Tidak hanya dinas PU, dinas tenaga kerja dapat berkontribusi dengan memberikan pelatihan tentang pertanian, Diskominfo berkontribusi dengan penyebarluasan informasi tentang pertanian. Seperti inilah perencanan pembangunan daerah dengan pendekatan holistik-tematik, integratif dan spasial," kata Agung Dwi Chandra.
Babel Holds Holistic Thematic Forum
Pangkalpinang – The Provincial Government of Kepulauan Bangka Belitung held the Holistic Thematic Forum with regional units’ officials for two days, from 29 to 30 June 2022, in Pulau Ketawai meeting room, Bappeda Office of Kepulauan Bangka Belitung Province. Head of Regional Development Planning, Controlling, and Evaluation of Bappeda Kep. Babel, Agung Dwi Chandra said the implementation of the Holistic Thematic Forum was guided by MoHA Regulation Number 86 of 2017, which mandates substance-oriented regional development planning using a holistic-thematic, integrative and spatial approach.
"A holistic thematic approach in regional development planning is conducted by considering all elements, or parts, or development activities as a single unit of potential factors, challenges, obstacles, and or problems that are interrelated with one another," said Agung Dwi Chandra when opening the Holistic Thematic Forum, Wednesday ( 29/06).
The integrative approach is implemented by uniting several authorities into one integrated process with a clear focus on achieving regional development goals. Meanwhile, the spatial approach is implemented by considering the spatial dimension in planning.
Agung Dwi Chandra said that in the past when preparing programs and activities, regional working units only paid attention to their own units or affairs. Using substance-oriented regional development planning and a holistic-thematic, integrative, and spatial approach, regional working units are no longer only concerned with their own affairs. He gave an example of agricultural facilities and infrastructure improvement target achievement, which is not only the responsibility of the agricultural office but also that of other agencies, such as the public works office that contributes through irrigation development and road construction to the agricultural areas.
"Not only the public works office, but the manpower office can also contribute [to the target achievement –transl. ed] by providing training on agriculture, [while –transl. ed] the information and communications office contributes by disseminating information about agriculture. This is how regional development planning uses a holistic-thematic, integrative and spatial approach," said Agung Dwi Chandra.
