Pangkalpinang, Bertempat di Ruang Rapat Buku Limau (27/03), Bappeda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengadakan Rapat Pembahasan Kerjasama Pengembangan Baterai Thorium dan Produk Mineral Lainnya. 

Menurut Kepala Sub Bidang Penelitian dan Pengembangan Pembangunan, Inovasi dan Teknologi, Adhari, rapat dilakukan untuk menyikapi rencana kerjasama antara Pemprov Kep. Babel dengan PT Indonesia Power.

"Rencananya, pada tanggal 8 April akan ada pertemuan antara Gubernur dengan Indonesia Power, untuk itu kita akan mempersiapkan yang berkaitan dengan pertemuan tersebut, yang akan membahas Baterai Thorium dan mineral lainnya," kata Adhari.

Purwadi Kasino Putro dari PTBBN-Batan mengatakan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memiliki potensi sumberdaya mineral logam timah dan mineral ikutannya yang besar.

"Jika menambang pasir Timah, 40 persen yang kita dapatkan adalah pasir Timah, sedangkan sisanya berupa tailing, di dalam tailing tersebut terkandung Monazite, Ilmenite, Xenotime, Columbite, Rutile dan Tantalite, ini sebenarnya bahan yang sangat mahal," ungkapnya.

Didalam Monazite, bila diolah lagi, terdapat empat kandungan, yaitu Fosfat, Thorium, Uranium dan logam tanah jarang.

"Thorium sudah digunakan Rusia pada kapal pemecah es dan kapal selam, Thorium digunakan karena pembakarannya mencapai 99 persen, bila dibandingkan dengan Uranium yang sisa pembakaran sekitar 70 sampai 80 persen," ungkapnya.

Berdasarkan hasil ekperimen yang telah dilakukannya, menurut Purwadi, baterai Thorium dapat hidup selama 10 bulan, bahkan mencapai 4 tahun.

"Ini sudah kita teliti, harapan kita dengan adanya kerja sama dengan Indonesia Power, kita dapat mengajak kontraktor asing seperti Amerika , Rusia, atau jepang yang mempunyai teknologinya untuk bekerjasama mengembangkan ini," ungkapnya.