Pangkalpinang - Aspek lingkungan akan dikedepankan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dalam penyusunan dokumen perencanaan 20 tahunan, lima tahunan dan juga dokumen tahunan. Hal tersebut disampaikankan oleh Fery Insani, Kepala Bappeda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada Webinar Status dan Potensi Pengembangan Mangrove Bangka Belitung, yang dilaksanakan oleh Bidang Litbang secara daring , Rabu (07/12/2022). "Kami di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dengan tegas menyatakan dalam dokumen perencanaan tahunan, lima tahunan dan dua puluh tahunan akan mengedepankan aspek lingkungan," kata Fery Insani.

Menurut Fery Insani, aspek lingkungan yang dikedepankan akan menjadi tema dalam dokumen perencanaan, dimana dokumen perencanaan akan mengusung tema hijau. Hal ini, menurutnya untuk menjaga lingkungan untuk generasi yang akan datang. "Bila bicara ekonomi akan bicara ekonomi yang hijau, kita akan kawal itu, jadi itu, tema perbaikan lingkungan, semua kita ajak kesana, semua indikasi program, pendanaan kita masukkan kesana, baik itu dengan dana APBD atau dana yang lainnya," kata Fery Insani. Aspek lingkungan ini, tambah Fery Insani, akan dikawal secara teknokratik, sehingga siapapun yang akan menjadi kepala daerah akan tetap mengedepankan aspek lingkungan. 

Berdasarkan data dari Ditjen Pengelolaan DAS dan Rehabilitasi KLHK, pada tahun 2021 tercatat 2,05 persen dari total luas mangrove di Indonesia berada di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, yaitu seluas 67.904,89 ha, dengan klasifikasi lebat mencapai sekitar 65 ribu hektar. Hutan mangrove menjadi habitat dan ekosistem ikan yang dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Salah satu peserta dari KPH-P Rambat Menduyung, Woro Ming Andini, ikut memberikan contoh bagaimana masyarakat di wilayah kerjanya menikmati nilai ekonomi ekosistem mangrove di Bangka Barat.

Hadir sebagai narasumber, Peneliti Madya Pusat Riset Oceanografi BRIN, Dr. Yaya Ihya Ulumuddin dan Ahli Ekologi Hutan Tropis Fakultas Kehutanan Universitas Sumatera Utara dan Team Leader on Mangrove Rehabilitation Planning of Hatfield for M4CR of The World Bank, Dr. Onrizal. Webinar dimoderatori oleh Dr. Andi Yusfani, Kepala Bidang Ekonomi dan SDA Bappeda Kepulauan Bangka Belitung. Webinar ini juga disiarkan melalui kanal youtube Bappeda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
 
 

Babel Prioritizes Environmental Aspects in Planning Documents

Pangkalpinang - Environmental aspects will be prioritized by Kepulauan Bangka Belitung Province in the preparation of 20-year, five-year, and annual planning documents. This was conveyed by Fery Insani, Head of Bappeda of Kepulauan Bangka Belitung Province, at the Webinar on Bangka Belitung Mangrove Development Status and Potential, held by the Research & Development Division, Wednesday (07/12/2022). "We, in Kepulauan Bangka Belitung Province, firmly state that the annual, five-year, and twenty-year planning documents will prioritize environmental aspects," said Fery Insani.

According to Fery Insani, the prioritized environmental aspects will be in the planning documents bringing up the "green" theme. This, according to him, is to protect the environment for future generations. "When we talk about the economy, we'll talk about a green economy, we'll guard the environmental improvement theme, we invite all [to bring up the theme – transl.ed.] to all program and funding indications, whether it is funded with regional budget (APBD) or other fundings," Fery Insani said.  The environmental aspects, Fery Insani added, will be guarded in the technocratic process so that whoever becomes the regional head will continue to put forward those environmental aspects. 

Based on data from the Directorate General of Watershed Management and Rehabilitation of the Ministry of Environment and Forestry in 2021, 2.05 percent of the total mangrove area in Indonesia was recorded in Kepulauan Bangka Belitung Province, covering an area of 67,904.89 ha, with around 65 thousand hectares classified as very dense. Mangrove forests are fish habitats and ecosystems able to provide economic benefits to the community. One of the participants from the Production – Forest (KPH-P) Rambat Menduyung, Woro Ming Andini, also gave an example of how people in her working area enjoy the economic value of mangrove ecosystems in the West Bangka.

Dr. Yaya Ihya Ulumuddin, Associate Researcher in the Oceanographic Research Center - National Research and Innovation Agency (BRIN) and Dr. Onrizal, Tropical Forest Ecologist in the Faculty of Forestry, University of North Sumatra and Team Leader on Mangrove Rehabilitation Planning at Hatfield for M4CR of the World Bank, were present as resource persons.  Dr. Andi Yusfani, Head of Economy and Natural Resources of Bappeda Kepulauan Bangka Belitung, moderated the webinar. This webinar was also broadcasted through the Youtube channel of Bappeda Kepulauan Bangka Belitung Province.