Tanjung Pandan – Provinsi Kepulauan Bangka Belitung masuk dalam penilaian tahap III Penghargaan Pembangunan Daerah Tahun 2022 yang diinisasi oleh Kementerian PPN/Bappenas Republik Indonesia. Sebelumnya, provinsi yang masuk ke 10 besar penilaian tahap III ini sudah melalui dua tahap penilaian.

Tahap pertama yaitu penentuan nominasi, dilakukan dengan menilai dokumen Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) dan inovasi dengan bobot 30 persen. Tahap kedua yang menentukan 10 besar, dilakukan dengan presentasi dan wawancara dengan bobot 25 persen. Tahap ketiga merupakan tahap verfikasi, dimana aspek dan indikator penilaiannya adalah pencapaian pembangunan, proses penyusunan dokumen RKPD dan Inovasi dengan bobot 45 persen.

Wakil Gubernur Abdul Fatah pada saat Focus Group Discussion Penilaian Tahap III PPD 2022 mengatakan, pembangunan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengedepankan harmonisasi perencanaan pusat, provinsi dan juga kabupaten/kota. Menurut Abdul Fatah, sudah banyak pembangunan yang telah dilakukan, seperti pada sektor pertanian dan perkebunan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung antara lain melakukan revitalisasi lahan kritis sehingga dapat memberikan fungsi dan nilai dengan menjadikannya sebagai kawasan untuk ketahanan pangan.

Pada pariwisata, Abdul Fatah menambahkan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memiliki berbagai label dalam pariwisata, mulai dari 10 Destinasi Wisata Prioritas dan juga memiliki KEK Tanjung Kelayang. Namun, menurut Abdul Fatah, hal tersebut tidak dapat dilakukan secara parsial dalam mengembangkan pariwisata di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

“Untuk itu kami menghadirkan formulasi yang kami namakan Rencana Induk Destinasi Pariwisata Nasional (RIDPN) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Sekarang ini keinginan yang luar biasa , semua tahapan-tahapan, kita gabung dalam Rencana Induk Destinasi Pariwisata Nasional,” kata Abdul Fatah pada saat Focus Group Discussion Penilaian Tahap III PPD 2022 di Gedung Serba Guna Pemerintah Kabupaten Bellitung, Kamis (31/03).

Terkait inovasi pembangunan daerah yang ditampilkan pada penilaian tahap III yaitu Bukit Peramun: Ekowisata Berbasis Digital, menurut Wakil Gubernur Abdul Fatah, keterlibatan masyarakat terhadap pariwisata sangatlah tinggi, salah satu contohnya yang ada di Bukit Peramun, dimana masyarakat terlibat dan mengelola serta berinovasi melalui aplikasi-aplikasi yang berguna untuk mendukung pariwisata.

Kepala Bappeda Provinsi Kepulaun Bangka Belitung Fery Insani menambahkan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung saat ini sedang bertransformasi menjadi daerah yang tidak hanya mengandalkan tambang. Belitung menjadi salah satu daerah yang diarahkan menjadi daerah pariwisata.

Menurut Fery Insani, inovasi yang dilakukan di Bukit Peramuan sangatlah unik dan dapat menjadi best practice bagi pengembangan pariwisata. Selain itu, Fery Insani menambahkan, Belitung dapat menjadi role model bagi daerah lain dalam mengembangkan pariwisata dan transformasi ekonomi.

“Kami sangat bersyukur, Belitung pada 7 sampai dengan 9 September nanti akan menjadi tuan rumah G20, banyak kegiatan kami selenggarakan di Belitung untuk memeriahkan G20, salah satunya dengan pelaksanaan penilaian tahap III PPD 2022 yang dilaksanakan di Belitung,” kata Fery Insani.

Ketua Komunitas Arsel yang juga pengelola Bukit Peramun, Adie Darmawan mengatakan, dulu para pengelola Bukit Peramun merupakan penambang timah, batu dan penebang pohon yang kemudian bertransformasi sebagai pengelola pariwista. Sektor pariwisata sendiri menurut Adie Darmawan berkembang sangat cepat, sehingga apabila dikelola dengan konvensional akan segera menjadi tidak terkejar dan tidak relevan, ditambah lagi sumber daya manusia pengelola Bukit Peramun terbatas.

“Sebelum dibuka, kami melakukan riset terlebih dahulu, bagaimana pengelolaan hutan wisata, dimana didapat bahwa harus ada konten yang bersifat kekinian,” kata Adie Darmawan saat menjelaskan ke Tim Penilai PPD 2022.

Pada saat riset, menurut Adie Darmawan, digunakanlah interactive tool dalam pengelolaan Bukit Peramuan. “Kami build up dengan aplikasi, kami memiliki tiga aplikasi, Virtual Zoo Bukit Peramun, KePo Peramun dan Peramun Hill Virtual Guide. Saat kedatangan tamu luar negeri, teknologi dapat membantu menjadi guide tamu dari luar negeri. Hal ini lebih efektif dibandingkan kami harus kursus [bahasa Inggris – ed.] yang akan memakan waktu,” kata Adie Darmawan.

Sebelumnya, Tim Penilai PPD 2022, Roby Arya Brata menjelaskan, penilaian tahap III PPD 2022 bertujuan untuk melakukan konfirmasi dan penggalian informasi lebih mendalam dari perspektif stakeholder lain di luar Bappeda terhadap proses perencanaan dan pelaksanaan pembangunan di daerah terkait dengan proses penyusunan dokumen RKPD 2021, pencapaian sasaran pembangunan daerah, dan inovasi pembangunan yang dikembangkan.

“Stakeholder pembangunan yang akan dikonfirmasi diantaranya, perangkat daerah terkait perencanaan dan pencapaian, perwakilan Bappeda kabupaten/kota, perwakilan desa/kelurahan, DPRD, tokoh masyarakat, akademisi, LSM, perwakilan dunia usaha/asosiasi profesi, kelompok rentan, seperti perempuan, anak dan penyandang disabilitas serta dari media, pelaksana inovasi dan penerima manfaat inovasi,” kata Roby Arya Brata.

Hadir juga saat Focus Group Discussion Penilaian Tahap III PPD 2022, Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Herman Suhadi, perangkat daerah provinsi dan kabupaten/kota serta stakeholder Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.


Babel in Top 10 Regional Development Awards 2022

Tanjung Pandan – Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Province is selected for the third stage of the 2022 Regional Development Award (PPD), initiated by the Ministry of National Development Planning/Bappenas of the Republic of Indonesia. Provinces in the top 10 list had gone through two phases of evaluation.

The first phase is the selection of nominees, carried out by assessing the Regional Development Work Plan (RKPD) and innovation documents, weighted 30 percent. The second phase, which determines the top 10, is carried out through presentations and interviews, weighted 25 percent. The third phase is the verification stage, where the assessment aspects and indicators are the development achievements, the process of preparing the RKPD document, and innovation, which is weighted 45 percent.

In the Focus Group Discussion of Phase III Assessment of the PPD 2022, Deputy Governor Abdul Fatah said that development in Kepulauan Bangka Belitung Province prioritizes harmonization of central, provincial, and regency/municipality planning. According to Abdul Fatah, many development activities have been carried out in Kepulauan Bangka Belitung Province, such as in the agricultural and plantation sectors, among others, revitalizing damaged land as areas for food security so that they can provide good function and added value.

On tourism, Abdul Fatah added, Kepulauan Bangka Belitung Province has various labels in tourism, like one of the 10 priority tourist destinations and the Tanjung Kelayang SEZ. However, according to Abdul Fatah, developing tourism in Kepulauan Bangka Belitung Province cannot be done partially.

"For this reason, we present a formulation called the Integrated Tourism Master Plan (ITMP ) of Kepulauan Bangka Belitung Province. Now, this [developing tourism – transl.] is a great desire, all stages, we integrate them into this tourism master plan," said Abdul Fatah during the Focus Group Discussion of phase III of PPD 2022 assessment in Gedung Serba Guna of Government of Belitung Regency, Thursday (31/03).

Regarding the regional development innovations shown in the assessment, namely Bukit Peramun: Digital-Based Ecotourism, according to DG Abdul Fatah, community participation in tourism is very high, in which Bukit Peramun is one of the examples, where the community involves, manages, and make innovation through practical applications to support tourism.

The Head of Bappeda of Kepulauan Bangka Belitung Province, Fery Insani, added that Kepulauan Bangka Belitung Province is currently being transformed into a region that relies not only on mining. Belitung is one of the areas that is directed to become a tourism area.

According to Fery Insani, the innovation carried out in Bukit Peramun is unique and can become a best practice model for tourism development. In addition, Fery Insani added, Belitung can be a role model for other regions in developing tourism and economic transformation.

"We are very grateful, Belitung on 7 to 9 September will host the G20. We hold many activities in Belitung to enliven the G20, one of which is this phase III of the PPD 2022 assessment," said Fery Insani.

The chief  of the Arsel Community, who is also the manager of Peramun Hill, Adie Darmawan said that in the past, the managers of Peramun Hill were tin and stone miners, and tree fellers, who later transformed into tourism actors. According to Adie Darmawan, the tourism sector proliferates, so it will soon become unattainable and irrelevant if Peramun Hill is managed conventionally, with limited qualified human resource.

"Before it was opened, we researched how to manage tourism forests, and we found that there must be contemporary content," said Adie Darmawan when answering the PPD 2022 Assessment Team.

At the time of the research, according to Adie Darmawan, interactive tools were used to manage the Peramun Hill. “We build up the applications. We have three applications, Virtual Zoo Bukit Peramun, KePo Peramun, and Peramun Hill Virtual Guide. When foreign guests arrive, the technology can help them as a guide. This is more effective than taking courses [English – ed.] which will take time,” said Adie Darmawan.

Beforehand, Roby Arya Brata, a member of the Phase III PPD 2022 assessment team, explained that the assessment aimed to confirm and explore more in-depth information from other stakeholders outside of Bappeda on the planning and implementation process of regional development in relation to the preparation of the 2021 RKPD document, regional development target achievement, and innovation development.

"The development stakeholders that will be confirmed include regional apparatus related to development planning and achievement, representatives from Bappeda of regencies/municipality, villages/urban villages representatives, the regional house of representatives (DPRD), community leaders, academics, NGOs, representatives of the business entities/professional associations, vulnerable groups such as women, children and people with disabilities, as well as from the media, innovation implementers and innovation beneficiaries,” said Roby Arya Brata.
     
 Also present at the focus group discussion were the Speaker of DPRD of Kepulauan Bangka Belitung Province, Mr. Herman Suhadi, provincial and regency/municipal officials, and other stakeholders in Kepulauan Bangka Belitung Province.


Translator: aDi Mishadi
Editor: Rusni Budiati