Bangka Belitung Hubungkan Potensi Daerah dengan Pembiayaan Berkelanjutan
Penulis
Admin
Tanggal Terbit
9 September 2026
Kategori
Berita
PANGKAL PINANG, Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terus mendorong penguatan ekonomi berbasis pelestarian lingkungan melalui integrasi potensi daerah ke dalam skema pembiayaan berkelanjutan. Langkah ini diarahkan untuk mempertemukan komoditas lokal dan kearifan masyarakat dengan jaringan investasi hijau yang memberikan dampak positif bagi ekosistem.
Hal tersebut ditegaskan Kepala Bappeda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Joko Triadhi, saat Focus Group Discussion (FGD) Strategi Investasi Berdampak di Pangkalpinang, Rabu (9/9/2026).
Kegiatan ini diselenggarakan bersama Konsorsium Koalisi Ekonomi Membumi (KEM), Katalys Partners, dan Yayasan KEHATI dalam kerangka proyek KEHATI–SOLUSI.
Joko Triadhi menekankan bahwa perlindungan keanekaragaman hayati tidak boleh lagi dipandang terpisah dari perencanaan pembangunan daerah.
"Sekali lagi kami ingin sampaikan bahwa menjaga keanekaragaman hayati ini itu bukan hanya sekadar menjadi agenda konservasi, tapi merupakan upaya kita untuk menjaga keberlanjutan pembangunan di daerah," ujar Joko Triadhi .
Sebagai wilayah kepulauan, keterkaitan antara ekosistem darat, pesisir, dan laut sangat krusial. Ketergantungan terhadap sektor ekstraktif seperti pertambangan timah dinilai telah memicu tekanan ekologis berupa degradasi habitat, sedimentasi, hingga pencemaran lingkungan.
Oleh karena itu, Pemprov. Kep. Babel mengintegrasikan target Indeks Pengelolaan Keanekaragaman Hayati serta arah ekonomi hijau dan biru ke dalam dokumen RPJMD Bangka Belitung 2025–2029.
Di tengah tekanan pembangunan tersebut, Joko Triadhi menyoroti pentingnya mempertahan kearifan lokal seperti landscape kelekak sistem agroforestry tradisional masyarakat Bangka Belitung yang menyimpan keragaman spesies dan fungsi sosial.
"Jadi kelekak itu bukan hanya sekadar hamparan kemudian ada tanaman, tumbuhan buah, tapi juga bagi kita keleka itu adalah sebuah bentang alam (landscape) dengan keanekaragaman spesies yang juga di dalamnya menyediakan sumber pangan bagi kehidupan," tuturnya.
Selain kelekak, Bangka Belitung telah mengembangkan rantai nilai komoditas berlabel Indikasi Geografis (IG), seperti Lada Putih Muntok, Nanas Bikang, Madu Pelawan, serta rencana pengajuan Tenun Cual. Daerah ini juga membuktikan keberhasilan pelaku usaha lokal yang menembus pasar ekspor melalui pemanfaatan produk alami daun ketapang.
Melalui pemetaan potensi dan peningkatan kesiapan investasi (investment readiness), Pemprov Bangka Belitung berharap dapat menjembatani kebutuhan pembiayaan bagi para pelaku usaha di daerah.
"Jadi intinya itu, kami coba menghubungkan potensi yang kita miliki dengan skema-skema pembiayaan yang tersedia," tegas Joko Triadhi .
Sinergi antarpemangku kepentingan mulai dari pemerintah daerah, sektor swasta, akademisi, hingga komunitas diharapkan dapat merealisasikan investasi hijau yang tidak hanya menjaga daya dukung lingkungan, tetapi juga memberi manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat Bangka Belitung.
Sumber
Fotografer
Editor
Berita Terkait
2 Sep 2026
Kepala Bappeda Babel: Proyek SOLUSI Jadi Langkah Strategis Kelola Bentang Darat-Laut Terpadu
29 Jul 2026
Babel Integrasikan Perencanaan Darat dan Laut dengan SOLUSI
28 Jul 2026
IPB dan Pemprov Babel Luncurkan Atlas Potensi Aren Babel
16 Jul 2026