Navigasi

Kepala Bappeda Babel: SOLUSI Langkah Strategis Kelola Bentang Darat-Laut

Penulis

Rizky Fitrajaya

Tanggal Terbit

2 September 2026

Kategori

Berita

Kepala Bappeda Babel: SOLUSI Langkah Strategis Kelola Bentang Darat-Laut - 1
Kepala Bappeda Babel: SOLUSI Langkah Strategis Kelola Bentang Darat-Laut - 2
Kepala Bappeda Babel: SOLUSI Langkah Strategis Kelola Bentang Darat-Laut - 3
1 / 3

Pangkal Pinang – Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggelar Rapat Koordinasi Proyek SOLUSI guna memantau perkembangan proyek serta memperkuat sinergi pengelolaan bentang darat dan laut yang terintegrasi  pada Rabu (02/09/2026). Pertemuan yang dihadiri oleh perwakilan dari mitra utama Konsorsium Solutions for Integrated Land-and-Seascape Management in Indonesia (SOLUSI) ini menjadi momentum krusial untuk mengevaluasi efektivitas program dan memitigasi berbagai tantangan di lapangan.


Kepala Badan Perencanaan Pembangunan dan Penelitian Pengembangan Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Joko Triadhi, menyampaikan pentingnya forum ini dalam menentukan arah kebijakan pembangunan daerah ke depan. Melalui rapat koordinasi ini, diharapkan seluruh rekomendasi dan skema pengelolaan dari Proyek SOLUSI dapat terintegrasi secara aplikatif ke dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah, baik RPJMD maupun RKPD, demi menjaga keberlanjutan lingkungan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bangka Belitung.


"Momen hari ini sangat penting bagi kita semua karena kita ingin melihat sejauh mana progres dan rencana tindak lanjut pelaksanaan proyek SOLUSI di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, yang kemudian tentu saja nanti ini akan menjadi bahan evaluasi kita bersama untuk menentukan langkah-langkah ke depan," ujar Joko saat membuka rapat proyek ini, yang merupakan kerja sama antara Pemerintah Indonesia melalui Bappenas dan Pemerintah Jerman, di Ruang Rapat Celagen Bappeda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Pangkalpinang.



Joko Triadhi juga menyampaikan bahwa pemerintah daerah telah menyelesaikan sejumlah tahapan strategis untuk mendukung keberlanjutan proyek tersebut.


"SK Pokja SOLUSI ini sudah ditetapkan oleh Pak Gubernur pada 24 Juli yang lalu. Kemudian juga koordinasi daerah-daerah sektoral ini terus dilakukan oleh kawan-kawan dalam rangka penyusunan dan mendukung pelaksanaan kegiatan kita," kata Joko Triadhi. Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung telah melakukan sinkronisasi serta identifikasi program-program perangkat daerah agar bersinergi secara langsung dengan kegiatan proyek SOLUSI, termasuk intervensi di tingkat tapak. Rangkaian lokalatih dan peningkatan kapasitas juga telah intensif digelar sejak bulan Juli. Meski demikian, Joko Triadhi juga mengingatkan seluruh pemangku kepentingan untuk tetap mengawal ketat setiap tahapan agenda mengingat adanya batasan waktu pelaksanaan program.


"Selain progres, tolong disampaikan juga apakah terdapat kendala dalam pelaksanaan kegiatan yang dilakukan oleh masing-masing pihak, sehingga nanti bisa kita identifikasi, kita mitigasi permasalahan dan solusi yang harus dilakukan, agar semua kegiatan yang sudah direncanakan dapat berjalan dengan baik," tegas Joko Triadhi.


Dwi Ariyoga, Senior Advisor GIZ, menyampaikan overview program SOLUSI yang dikerjakan oleh konsorsium yang terdiri dari GIZ, SNV, ICRAF/Landscape Alliance, KEHATI (KHT), serta melibatkan berbagai mitra dan tender expert, dengan area kerja mencakup tiga provinsi, termasuk Bangka Belitung. Di Kepulauan Bangka Belitung, proyek ini dilaksanakan berbasis Daerah Aliran Sungai (DAS), yaitu DAS Cerucuk di Kabupaten Belitung dan DAS Lenggang di Belitung Timur, dengan pendekatan dari hulu ke hilir untuk intervensi restorasi vegetasi dan deforestasi serta intervensi untuk mangrove, ekowisata, dan konservasi dugong. Selanjutnya, masing-masing perwakilan mitra utama termasuk mitra lokal, yaitu Tarcius Center Indonesia, melaporkan progres dan rencana kegiatan proyek untuk semester kedua tahun 2026.


IG @bappedababel

Sumber

Fotografer

Editor

Rusni Budiati