Pangkalpinang, Berbagai upaya dilakukan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung untuk membangkitkan kejayaan lada. Untuk mendukung upaya tersebut, Bappeda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bekerjasama dengan IPB melakukan Action Research Penguatan Kelembagaan Koperasi Lada Dalam Upaya Peningkatan Bargaining Power dan Kesejahteraan Petani Lada Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Pada saat pemaparan Intermediate Report di ruang rapat Buku Limau Kantor Bappeda (28/11), Lukman M Baga dari IPB menyampaikan beberapa rekomendasi. Menurut Lukman, perlu dilakukan penyusunan tata laksana organisasi Koperasi Lada Bangka Belitung.
"Untuk mengurus koperasi, diperlukan orang yang dapat total dalam menjalankan manajemen koperasi," kata Lukman M Baga pada saat paparan Intermediate Report.
Pertemuan dengan buyer di pasar internasional menjadi rekomendasi dari Lukman, namun menurutnya buyer tersebut harus bersedia melakukan kontrak dengan Koperasi Bangka Belitung.
"Kita manfaatkan jaringan untuk menghubungi buyer, jadi tidak perlu pergi keluar negeri dan kalau bisa buyernya juga Koperasi, misalnya Koperasi dari Jepang Zen-Noh," kata Lukman M Baga pada saat paparan Intermediate Report.
Lada Center menurut Lukman perlu diaktifkan. Koperasi sendiri akan menjadi Sekretariat dari Lada Center dengan kantor di Kantor Gubernur. Ini akan membuat pertemuan lintas Perangkat Daerah lebih mudah dilakukan. Selain itu, perlu dibuat Peraturan Daerah tentang lada yang didalamnya memuat regulasi, Koperasi, SRG dan lain-lain.
Pendidikan dan pelatihan juga menjadi perhatian, hal ini dilakukan untuk meningkatkan pemahaman mengenai koperasi dan praktik-praktik bisnis serta manajemen organisasi yang baik bagi anggota dan pengurus koperasi.
"Kita akan melakukan pelatihan dengan melakukan TOT dengan melibatkan UBB, kami akan melatih misalnya dosen, yang nantinya mereka akan men-share ke mahasiswa," ungkapnya.