Pangkalpinang. Bappeda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bekerjasama dengan Universitas Bangka Belitung menyelenggarakan Webinar Diseminasi Hasil Penelitian Perikanan dan Kelautan Tahun 2021, Selasa (14/12).

Pada saat membuka webinar, Sekretaris Bappeda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengapresiasi penelitian yang telah dilakukan. Menurut Joko Triadhi, sebagai provinsi yang berkarakteristik kepulauan yang 80 persen luas wilayahnya adalah laut, sektor perikanan dan kelautan memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan.

“Apalagi di dalam RPJMD kita, sektor perikanan dan kelautan menjadi salah satu prioritas pembangunan, dan sektor ini juga dipersiapkan untuk menggantikan sektor pertambangan yang saat ini masih mendominasi struktur perekonomian kita,” kata Sekretaris Bappeda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Oleh karena itu, menurut Sekretaris Bappeda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung hasil penelitian ini menjadi bagian penting dalam proses penyusunan kebijakan yang kemudian dituangkan dalam dokumen perencanaan pembangunan.

“Kami bersyukur dan berterima kasih kepada Bapak dan Ibu yang telah berkenan membantu kami dalam kegiatan penelitian ini. Kami sangat berkepentingan terhadap hasil penelitian yang telah dilakukan, karena akan menjadi arah bagi kami dalam mengambil kebijakan yang tepat dalam mengembangkan sektor ekonomi, terutama dalam mengembangkan sektor perikanan dan kelautan,” kata Sekretaris Bappeda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Dalam struktur PDRB, sub sektor perikanan memiliki potensi untuk dikembangkan, walaupun secara kontribusi baru menyumbang 6,5 persen di dalam sektor pertanian, namun untuk industri pengolahan, terutama industri pengolahan makanan hasil laut, terus mengalami peningkatan dalam lima tahun yang menunjukkan peluang untuk dikembangkan.

“Saya yakin dan percaya, hasil penelitian ini dapat bermanfaat dan akan kami tindaklanjuti dan didetailkan lagi, sehingga dapat menjadi rekomendasi yang teknis untuk diimplimentasikan di provinsi yang kita cintai, yang pada intinya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama yang bergerak di sektor perikanan dan kelautan,” kata Sekretaris Bappeda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Peneliti Bappeda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Yeyen Mardyani mengatakan penelitian dilakukan bersama dengan Endang Bidayani, Kurniawan, Siti Aisyah, dan Fahri Setiawan dari Universitas Bangka Belitung.

Penelitian berjudul Penilaian Ekonomi Wilayah Pesisir dan Kelangsungan Perikanan Skala Kecil pada Perairan Timur Kabupaten Bangka ini dilakukan di tiga Desa, yaitu Desa Deniang, Desa Rebo dan Desa Matras.

Menurut Yeyen, salah satu yang menjadi tujuan penelitian adalah untuk memetakan keragaan perikanan skala kecil secara spasial berdasarkan kondisi eksisting daerah penangkapan ikan (DPI) dalam rencana alokasi ruang pada Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil (RZWP3K) dan juga untuk menilai kinerja ekonomi perikanan skala kecil berdasarkan kondisi DPI.

“Diharapkan dengan adanya penelitian ini dapat memberikan informasi terkini mengenai kondisi eksisting perikanan skala kecil di wilayah pesisir timur Kabupaten Bangka berdasarkan rencana alokasi ruang pada RZWP3K dan kelangsungan perikanan skala kecil di lokasi tersebut, serta dapat memberikan rumusan strategi pengelolaan perikanan skala kecil di perairan pesisir timur Kabupaten Bangka,” kata Yeyen Mardyani.

Berdasarkan hasil penelitian dijabarkan strategi pengelolaan perikanan skala kecil berkelanjutan, diantaranya penggunaan teknologi informasi saat melakukan penangkapan seperti penggunaan alat bantu navigasi dan sonar, sehingga para nelayan dapat langsung pergi ke titik daerah penangkapan ikan dan meminimalisir biaya operasional.

Yeyen melihat, perlu ditingkatkan sarana dan prasarana seperti pabrik es, Solar Pack Dealer Nelayan (SPDN), dan dermaga dengan mengoptimalkan kerjasama dengan pihak pemerintah daerah maupun swasta dalam memfasilitasi usaha penangkapan ikan, serta mengoptimalkan armada penangkapan (muatan kapal) serta alat tangkap yang modern sehingga jumlah produksi ikan dapat dimanfaatkan secara optimal.

“Perlu dioptimalkan juga hubungan kerjasama bantuan permodalan dari pihak swasta atau bank seperti KUR untuk memfasilitasi dalam permodalan usaha penangkapan nelayan dan memperluas jangkauan pangsa pasar dalam memasarkan hasil tangkapan serta pelaksanaan Corporate Social Responsibility (CSR) dalam rangka rehabilitasi terumbu karang pada lokasi yang berdampingan dengan zona tambang,” kata Yeyen Mardyani.

Pada kesempatan yang sama hadir sebagai narasumber Luky Adrianto dari Departemen Manajemen Sumberdaya Perairan FPIK IPB, dan Fhores Fherado, Kepala Bidang Pengelolaan Kelautan, Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil , Dinas Kelautan dan Perikanan Prov. Kep. Bangka Belitung. Webinar dimoderatori oleh Rusdi, Kepala Bidang Litbang Bappeda Prov. Kep. Bangka Belitung.


Webinar for Dissemination of 2021 Fisheries and Marine Research

Pangkalpinang. Bappeda of the Kepulauan Bangka Belitung Province in collaboration with the Universitas Bangka Belitung held the 2021 Fisheries and Marine Research Results Dissemination Webinar, Tuesday (14/12).

Opening the webinar was the Secretary of Bappeda of the Kepulauan Bangka Belitung Province, Joko Triadhi. He appreciated the research that had been carried out, as Bangka Belitung is an archipelagic province, whose 80 percent of its area is the sea. Therefore, the fisheries and marine sectors have great potential to be developed in this province.

"Moreover, in our Medium-term Regional Development Plan (RPJMD), the fisheries and marine sectors are one of the development priorities, and they are also prepared to replace the mining sector currently dominating the structure of our economy," said Joko Triadhi.

Hence, according to Joko Triadhi, the results of this research are an important part of the policy-making process to be outlined in the development planning document.

“We are grateful and appreciate everyone that has helped us in this research activities. The results are very important for us because they will be the inputs to draw direction in making the right policies for the economic development, especially in developing the fisheries and marine sector," said Joko Triadhi.

In the GRDP structure, the fishery sub-sector has the potential to be developed, although in the agricultural sector it only contributes 6.5 percent. However, in the processing industry, especially the seafood processing industry, this sub-sector has continued to increase in the past five years, which indicates an opportunity to be developed.

"I truly believe, the results of this research can be useful, and we will follow it up and make it more detailed so that it becomes a technical recommendation to be implemented in this beloved province, which in turn can help improve the welfare of the community, especially those engaged in the fisheries and marine sectors," said Joko Triadhi.

Researcher from Bappeda of the Kepulauan Bangka Belitung Province, Yeyen Mardyani said the research was carried out together with Endang Bidayani, Kurniawan, Siti Aisyah, and Fahri Setiawan from Universitas Bangka Belitung.

The research entitled Economic Valuatiom of Coastal Areas and the Sustainability of Small-Scale Fisheries in Eastern Waters of Bangka Regency was conducted in three villages, namely Deniang Village, Rebo Village, and Matras Village.

According to Yeyen, one of the research objectives is to map the performance of small-scale fisheries spatially based on the existing conditions of fishing areas (DPI) in the spatial allocation plan of the Coastal and Small Islands Zoning Plan (RZWP3K), and also to assess the performance of small-scale fisheries economy based on DPI conditions.

"It is hoped that this research will provide up-to-date information regarding the existing conditions of small-scale fisheries in the eastern coastal area of Bangka Regency based on the spatial allocation plan in the RZWP3K and the sustainability of small-scale fisheries in that location, as well as to provide a formulation of strategies for small-scale fisheries management in the eastern coastal waters of Bangka Regency," said Yeyen Mardyani.

Sustainable small-scale fisheries management strategies are described in the study, including the use of information technology when making catching, such as the use of navigational aids and sonar that allow fishermen to go directly to the fishing grounds and minimize operational costs.

Yeyen sees that it is necessary to improve facilities and infrastructure such as cold storage, Solar Pack Dealers for fishermen (SPDN), and docks by optimizing cooperation with local governments and the private sector in facilitating fishing business, as well as optimizing fishing fleets (shiploads) and modernizing fishing gear, so that the amount of fish production can be utilized optimally.

"It is also necessary to optimize the cooperation relationship and capital supports from the private sector or banks, such as facilitating working capital for SMEs for fishing business and expanding the market reach shares in marketing the catch, as well as implementing Corporate Social Responsibility (CSR) in the context of rehabilitation of coral reefs in the area, which is adjacent to the mining zone," said Yeyen Mardyani.

On the same occasion, present as resource persons were Luky Adrianto from the Department of Water Resources Management FPIK IPB, and Fhores Fherado, Head of Marine, Coastal and Small Islands Management, Department of Marine Affairs and Fisheries Bangka Belitung.   The head of Research and Development Division of Bappeda of Bangka Belitung, Rusdi moderated the webinar.


Penerjemah: Rusni Budiati