Pangkalpinang – Salah satu hal penting dalam pembangunan wilayah adalah pembangunan berimbang. Pembangunan yang berimbang adalah terpenuhinya potensi pembangunan sesuai kapasitas wilayah. Hal tersebut diungkapkan Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan, Bappeda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rusdi pada saat FGD Proposal Penelitian Kajian Evaluasi Arah Kebijakan Pembangunan Wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Senin (16/10/2023).

Pembangunan yang dilakukan, menurut Rusdi, harus mampu memenuhi tiga tujuan, yaitu pertama produktivitas, efisiensi dan pertumbuhan ; kedua pemerataan keadilan dan keberimbangan; serta ketiga keberlanjutan. "Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memiliki alokasi ruang yang terbatas dan harus mampu mengelola keterpaduan sektor, spasial, serta keterpaduan antar pelaku pembangunan di dalam dan antar wilayah untuk pemanfaatan ruang tersebut," kata Rusdi di ruang video conference Kantor Bappeda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Rusdi menyampaikan bahwa kajian ini bertujuan untuk menghasilkan dokumen evaluasi dan arah kebijakan pembangunan wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung untuk kepentingan perencanaan pembangunan jangka menengah dan panjang. "Maka diperlukan kajian evaluasi untuk melihat sejauh mana pembangunan wilayah telah dilakukan, dan juga merumuskan alternatif kebijakan untuk perencanaan pembangunan jangka menengah dan panjang," kata Rusdi.


Bappeda Babel Holds FGD on Spatial Development Policy

Pangkalpinang - One of the important aspects of regional development is balanced development. Balanced development is the fulfillment of development potential according to regional capacity, as revealed by the Head of the Research and Development Division, Bappeda of Kepulauan Bangka Belitung Province, Rusdi, during the Research Proposal FGD on the Evaluation of the Spatial Development Policy Directions of the Kepulauan Bangka Belitung Province, Monday (16/10/2023).

The development carried out, according to Rusdi, must be able to fulfill three objectives: productivity, efficiency, and growth; just distribution and balance; and sustainability. "The Province of Kepulauan Bangka Belitung has a limited space allocation and must be able to manage sectoral and spatial integration, as well as integration among development actors in and inter regions for the space utilization," said Rusdi in the video conference room of the Provincial Bappeda Office.

Rusdi said that the objective of this study is to produce an evaluation document and policy direction for the spatial development of the Kepulauan Bangka Belitung Province for medium and long-term development planning. "So, an evaluation study is needed to see the extent of carried out spatial development and also to formulate alternative policies for medium and long-term development planning," said Rusdi.