Pangkalpinang – Bertempat di ruang rapat Pulau Ketawai, Bappeda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melaksanakan Rapat Koordinasi Rencana Pembangunan Daerah Bidang Pembangunan Manusia, yang diikuti peserta dari perangkat daerah di Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Selasa (21/02). Menurut Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia, Bappeda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Oyon Rio Ricardo, rapat ini dilaksanakan dalam rangka penyusunan Rancangan RKPD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Tahun 2024.

"Diamanatkan dalam Permendagri No 86 Tahun 2017, dimana perencanaan pembangunan daerah yang berorientasi pada substansi menggunakan pendekatan tematik, holistik, integratif dan spasial terhadap rencana pembangunan daerah dan rencana perangkat daerah," kata Oyon Rio Ricardo saat membuka Rakor. Dihadapan peserta rapat, Oyon Rio Ricardo mengatakan, diperlukan dukungan dan koordinasi lintas sektor perangkat daerah terhadap pencapaian indikator yang ada di bidang pembangunan manusia, misalnya dalam penanganan tengkes (stunting), Germas, ataupun Kabupaten Kota Sehat. 

Perencana Bappeda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Reza Ashari mengatakan bahwa akan dilakukan penilaian-penilaian terhadap berbagai kegiatan terkait, terutama di bidang kesehatan. Reza menyampaikan bahwa kegiatan-kegiatan seperti Kabupaten Kota Sehat, Evaluasi Germas, dan Penurunan Stunting memerlukan dukungan dan koordinasi lintas sektor perangkat daerah.
 

 @bappedababel 


Bappeda Babel Coordinates Cross-Sectoral Support for Human Development


Pangkalpinang - Located in the Pulau Ketawai meeting room, Bappeda of Kepulauan Bangka Belitung Province held a Coordination Meeting for the Regional Development Plan for Human Development, attended by participants from regional units in the Kepulauan Bangka Belitung Provincial Government, Tuesday (21/02/2023). According to the Head of Government and Human Development Division, Bappeda of Kepulauan Bangka Belitung Province, Oyon Rio Ricardo, this meeting was held in the context of preparing the Draft of the 2024 Regional Government Work Plan (RKPD) of Kepulauan Bangka Belitung Province.

"It is mandated in MoHA regulation No. 86/2017, stating that substance-oriented regional development planning uses a thematic, holistic, integrative, and spatial approach to regional development plans and regional unit plans," said Oyon Rio Ricardo when opening the coordination meeting. In front of the meeting participants, Oyon Rio Ricardo said, support and coordination across regional unit sectors were needed for the achievement of existing indicators in the field of human development, for example in handling stunting, Germas (healthy living community movement), or Kabupaten Kota Sehat (healthy regency-city).

Reza Ashari, a planner in Bappeda of the Kepulauan Bangka Belitung Province, said that assessments would be carried out on various related activities, especially in the health sector. Reza said activities such as Kabupaten Kota Sehat, Germas Evaluation, and Stunting Reduction require support and coordination across regional unit sectors.