Pangkalpinang, Perangkat Daerah di Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung diminta untuk dapat menyusun program, kegiatan dan subkegiatan di tahun 2022 berdasarkan pagu indikatif yang telah disusun untuk masing-masing Perangkat Daerah.

Sekretaris Bappeda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengatakan, pagu indikatif yang disusun mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah serta tugas dan fungsi dari Perangkat Daerah.

“Pandemi Covid-19 menyebabkan pendapatan asli daerah kita menurun, selain itu Pemerintah Pusat pun mengurangi dana transfer yang kita terima, hal ini membuat kemampuan keuangan kita berkurang dari tahun sebelumnya,” kata Sekretaris Bappeda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada saat membuka Rapat Sosialisasi Surat Edaran Penyempurnaan Renja Perangkat Daerah dan Penetapan Pagu Indikatif PD Tahun 2022, melalui Video Meeting, Jum’at (19/03).

Walaupun kemampuan keuangan daerah menurun, keinginan untuk melaksanakan program, kegiatan dan subkegiatan masih tetap besar. Menurut, Sekretaris Bappeda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Perangkat Daerah perlu mencermati program, kegiatan dan subkegiatan yang menjadi prioritas untuk dilaksanakan, disesuaikan dengan pagu indikatif dan apa yang menjadi prioritas Provinsi Kepulauan Bangka Belitung di tahun 2022.

“Di tahun 2022, pemulihan ekonomi, kesehatan dan sumber daya manusia menjadi prioritas Provinsi, cermati program, kegiatan dan sub kegiatan yang mengarah pada prioritas Provinsi, sehingga apa yang kita lakukan dapat dirasakan oleh masyarakat,” katanya.

Sekretaris Bappeda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung juga meminta Perangkat Daerah untuk dapat kreatif dalam menyusun program, kegiatan dan sub kegiatan. Di tahun 2020, pandemi Covid-19, menurut Joko Triadhi tidak hanya berbicara segala sesuatu yang berefek negatif, namun ada efek positifnya, salah satunya adalah memberikan pembelajaran bahwa kegiatan yang selama ini dilaksanakan dengan anggaran yang relatif besar, tetapi pada masa pandemi tetap dapat dilaksanakan dengan anggaran yang minim, bahkan tanpa anggaran sehingga terjadi efisiensi pada beberapa pos belanja.

“Kreatifitas dalam menyusun program, kegiatan dan sub kegiatan inilah yang kami harapkan, bagimana kita menggunakan pola-pola baru dalam pelaksanaan kegiatan, sehingga walaupun dengan pagu indikatif yang tidak terlalu besar, tapi dapat mencapai target dan output yang telah disepakati,” kata Sekretaris Bappeda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.