Pangkalpinang – Bekerjasama dengan Universitas Padjadjaran, Bappeda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melakukan Penelitian Percepatan Penurunan Stunting di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Penelitian tersebut dilaksanakan dari bulan Agustus yang lalu, dengan 4 lokus penelitian yaitu di Kabupaten Bangka Selatan, Kabupaten Bangka Barat, Kabupaten Bangka dan Kabupaten Belitung Timur.
Binahyati Rusyidi dari Universitas Padjadjaran mengatakan ada beberapa rekomendasi yang dimunculkan dari hasil penelitian Percepatan Penurunan Stunting di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Salah satunya adalah dengan memberikan fokus pada daerah yang memiliki angka stunting tertinggi. Menurut Binahyati Rusyid, pemerintah provinsi perlu membuat suatu program, termasuk perencanaan dan juga penganggaran, dan memberikan perhatian khusus pada daerah yang secara terus menerus angka stuntingnya tinggi.
"Kami juga mencoba menyusun rencana aksi daerah untuk mengatasi stunting, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia secara struktural," kata Binahyati Rusyidi pada saat Diseminasi Hasil Penelitian Percepatan Penurunan Stunting di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, secara daring, Selasa (13/12/2022). Sebelumnya, Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan, Bappeda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rusdi menyampaikan bahwa hasil penelitian diharapkan dapat mendorong percepatan penurunan stunting.
"Hasil penelitian akan kami dorong untuk percepatan penurunan stunting, dimana hasil penelitian ini menjadi rekomendasi rencana aksi penurunan stunting," kata Rusdi pada saat membuka diseminasi. Setiap kajian menurut Rusdi dihadapan stakeholder, dijadikan backround study dalam penyusunan dokumen perencanaan yang kemudian diturunkan dalam program dan kegiatan di perangkat daerah.
"Kami juga berharap dari hasil penelitian ini adanya inovasi percepatan penurunan stunting, seperti inovasi adanya taman pangan sebagai solusi bagi ibu rumah tangga dalam pemberian gizi di lingkungan keluarga dan juga dapat mengurangi pengeluaran rumah tangga," kata Rusdi.
Bappeda Babel-Unpad Disseminates Research Results on Stunting Reduction
Pangkalpinang - In collaboration with Padjadjaran University, Bappeda of Kepulauan Bangka Belitung Province conducted research on “Accelerating Stunting Reduction” in Kepulauan Bangka Belitung Province. The research starts in August in 4 loci, namely in South Bangka Regency, West Bangka Regency, Bangka Regency, and East Belitung Regency.
Binahyati Rusyidi from Padjadjaran University said several recommendations emerged from the research. One of them is to focus on the areas with the highest stunting rates. According to Binahyati Rusyid, the provincial government should create a program on this issue, including planning and budgeting, and pay special attention to areas with continuously high stunting rates.
"We are also trying to develop a regional action plan to overcome stunting and structurally increase the capacity of human resources," said Binahyati Rusyidi during the Dissemination of Research Results on Accelerating Stunting Reduction in Kepulauan Bangka Belitung Province, via online on Tuesday (13/12/2022). Previously, the Head of Research and Development, Bappeda of Kepulauan Bangka Belitung Province, Rusdi, said that the research results were expected to encourage the acceleration of stunting reduction.
"We will encourage the research results to accelerate stunting reduction, where the results of this research become recommendations for action plans to reduce stunting," said Rusdi when opening the dissemination. Each study, according to Rusdi in front of stakeholders, is used as a background study in the preparation of planning documents and then derived into programs and activities in regional working units.
"We also hope that from the results of this research there will be innovations to accelerate the reduction of stunting, such as the innovation of a food garden as a solution for housewives in providing nutrition in the family that can also reduce household expenses," said Rusdi.
