Pangkalpinang – Bekerjasama dengan Universitas Bangka Belitung (UBB), Bappeda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melakukan penelitian Penilaian Daya Dukung Perairan dan Kelangsungan Tambak Udang Vanname di Perairan Pulau Bangka. Hasil-hasil penelitian disampaikan pada Focus Group Discussion (FGD) Hasil Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan Tahun 2022, di ruang rapat Pulau Ketawai, Kamis (15/12/2022).
Peneliti dari Bappeda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Yeyen Mardyani mengatakan, kontribusi sektor perikanan terhadap Produk Domestik Regional Bruto Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terus meningkat dari tahun ke tahun. Tambak udang Vanname menjadi salah satu kontributor naiknya kontribusi sektor perikanan terhadap Produk Domestik Regional Bruto. "Dengan semakin meningkatnya kontribusi tambak udang Vanname, Bappeda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bekerjasama dengan UBB melakukan kajian Penilaian Daya Dukung Perairan dan Kelangsungan Tambak Udang Vanname di Perairan Pulau Bangka," kata Yeyen Mardyani dalam presentasinya pada FGD hybrid, mewakili anggota tim peneliti yang beranggotakan Dr. Endang Bidayani, Mohammad Agung Nugraha, Ahmad Fahrul Syarif dan Fahri Setiawan dari UBB, Dr. Arief Febrianto, Suti Maryati, dan Sulastutik dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, serta Refa Riskiana, pengendali dampak lingkungan DLHK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Pada FGD yang dilaksanakan secara hybrid ini, Yeyen Mardyani menjelaskan bahwa penelitian dilakukan untuk memetakan kondisi pengembangan tambak udang Vanname dan menilai produktivitasnya. Penelitian dilaksanakan pada awal tahun 2022 sampai dengan akhir tahun 2022, dengan lokus penelitian di perairan Teluk Kelabat Kecamatan Parit Tiga, Kabupaten Bangka Barat dan di Kecamatan Tukak Sadai, Kabupaten Bangka Selatan. "Kita juga menganalisis daya dukung perairan di pesisir Bangka terhadap pengembangan tambak udang," kata Yeyen Mardyani di depan peserta dan OPD terkait.
Ada beberapa temuan dalam penelitian tersebut. Pertama, kawasan tambak udang yang ada di pesisir Teluk Kelabat, Kabupaten Bangka Barat berada pada kawasan mangrove dengan tutupan jarang sampai dengan sedang. Adapun kawasan mangrove di area tambak udang di pesisir Tukak Sadai memiliki tutupan jarang sampai rapat. Kedua, produksi rata-rata tambak udang di pesisir Cupat Bakit mencapai 40-69 ton/tahun, sedangkan di pesisir Tukak Sadai mencapai 50-180 ton/tahun. "Berdasarkan perhitungan carrying capacity mass balance (CCMB), luas potensi tambak yang dapat dikembangkan untuk pertambakan di pesisir Teluk Kelabat adalah seluas 0.1 – 12 ha per unit usaha, sedangkan di pesisir Tukak Sadai seluas 0,6 -2,3 ha," kata Yeyen.
Hadir sebagai narasumber pada saat FGD, Dr. Kukuh Nirmala dari Institut Pertanian Bogor dan Kepala Bidang Pengembangan Usaha Perikanan Budidaya, Pengolahan Hasil Perikanan dan Pemasaran, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Dr. Arief Febrianto. FGD dimoderatori oleh Dr. Andi Yusfani, Kepala Bidang Ekonomi dan SDA Bappeda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Bappeda Discusses Vannamei Shrimp Farms Sustainability and Carrying Capacity
Pangkalpinang – In collaboration with the University of Bangka Belitung (UBB), Bappeda of Kepulauan Bangka Belitung Province conducted research on the Assessment of Waters Carrying Capacity and Sustainability of Vannamei Shrimp Farms in the Bangka Island Waters. The research results were presented at the Focus Group Discussion (FGD) on the Results of Marine and Fisheries Research and Development of 2022 in the Pulau Ketawai meeting room, Thursday (15/12/2022).
The junior researcher of Bappeda of Kepulauan Bangka Belitung Province, Yeyen Mardyani, said that the contribution of the fisheries sector to the Gross Regional Domestic Product of Kepulauan Bangka Belitung Province continues to increase from year to year. Vannamei shrimp ponds are one of the contributors to the increase in the contribution of the fisheries sector to the Gross Regional Domestic Product. "With the increasing contribution of Vannamei shrimp ponds, Bappeda of Kepulauan Bangka Belitung Province in collaboration with UBB conducted a study on the Assessment of Waters Carrying Capacity and Sustainability of Vannamei Shrimp Farms in the Bangka Island Waters," said Yeyen Mardyani in her presentation at the hybrid FGD, representing members of the research team consisting of Dr. Endang Bidayani, Mohammad Agung Nugraha, Ahmad Fahrul Syarif and Fahri Setiawan from UBB, Dr. Arief Febrianto, Suti Maryati, and Sulastutik from the Marine and Fisheries Office of Kepulauan Bangka Belitung Province, and Refa Riskiana, an environmental impact controller of the Environment and Forestry Office of Kepulauan Bangka Belitung Province.
In this hybrid FGD, Yeyen Mardyani explained that the research was to map the development condition of Vannamei shrimp ponds and assess their productivity. The research was conducted from the beginning of 2022 to the end of 2022, with the research loci in the waters of Kelabat Bay, Parit Tiga Subdistrict, West Bangka Regency, and Tukak Sadai Subdistrict, South Bangka Regency. "We also analyze the carrying capacity of Bangka coastal waters for shrimp farms development," said Yeyen Mardyani in front of participants and related regional working units.
There are several findings in the study. First, shrimp ponds on the coast of Kelabat Bay in West Bangka Regency are in mangrove areas with rare to moderate cover, while the mangrove area around the shrimp ponds on the coast of Tukak Sadai has a rare to dense cover. Second, the average production of shrimp ponds on the Cupat Bakit coast is 40-69 tonnes per year, while it is 50-180 tonnes per year on the Tukak Sadai coast. "Based on the calculation of carrying capacity mass balance (CCMB), the potential area of ponds that can be developed for aquaculture on the Kelabat Bay coast is 0.1-12 ha per business unit, while on the Tukak Sadai coast is 0.6 -2.3 ha," said Yeyen.
Present as resource persons during the FGD were Dr. Kukuh Nirmala from the Bogor Agricultural University and the Head of the Business Development of Aquaculture, Fishery Product Processing, and Marketing Division of the Marine and Fisheries Office of Kepulauan Bangka Belitung Province, Dr. Arief Febrianto. The FGD was moderated by Dr. Andi Yusfani, Head of Economy and Natural Resources of Bappeda of Kepulauan Bangka Belitung Province.
