Pangkalpinang – Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menjadi salah satu dari tujuh daerah yang menjadi tujuan Joint Visit Evaluasi Kinerja Pembangunan Daerah Tahun 2023 yang dilaksanakan oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas Republik Indonesia. Adapun 7 daerah terpilih yaitu Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Jawa Tengah, Kalimantan Timur, Bali, Sulawesi Selatan, Maluku, dan Papua Barat.
Evaluasi Kinerja Pembangunan Daerah (EKPD) bertujuan untuk mengevaluasi pencapaian sasaran pengembangan wilayah yang sedang berjalan di 34 Provinsi. Evaluasi menekankan pada penilaian pencapaian kinerja daerah, identifikasi faktor pendukung pencapaian daerah, dan identifikasi isu strategis daerah. Saat Focus Group Discussion (FGD) dengan perangkat daerah Pemprov Kep. Babel, Yudhie Hatmadji Sudjarwo dari Direktorat Pemantauan, Evaluasi, dan Pengendalian Pembangunan Daerah, Kementerian PPN/Bappenas RI mengatakan, hasil evaluasi diharapkan menjadi evidence base dalam melakukan analisis terhadap program atau kegiatan yang sedang berjalan.
"Hasil evaluasi diharapkan dapat menggambarkan kondisi riil di lapangan, yang akan digunakan sebagai bahan masukan dan tindak lanjut perencanaan atau rekomendasi perbaikan kebijakan dan permasalahan pembangunan," kata Yudhie Hatmadji Sudjarwo dalam FGD Joint Visit Evaluasi Kinerja Pembangunan Daerah Tahun 2023 di ruang rapat Pulau Ketawai, Kantor Bappeda Babel, Selasa (24/10/2023).
Kepala Bappeda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Fery Insani, mengatakan pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (YoY 2022) menempati posisi keenam setelah Sumatera Selatan, Jambi, Kepulauan Riau, Sumatera Utara, dan Riau.
"Persentase Penduduk Miskin pada Maret 2023 sebesar 4,52 persen, turun 0,09 persen poin dibandingkan kondisi September 2022 yang sebesar 4,61 persen. Namun, naik 0,07 persen poin dibandingkan Maret 2022 yang sebesar 4,45 persen. Tingkat kemiskinan Bangka Belitung terendah keempat secara nasional pada Maret 2023,'' kata Fery Insani pada saat FGD. Pada kesempatan yang sama, Perwakilan BI Provinsi Kepulauan Bangka Belitung juga memberikan paparan sebagai masukan pada evaluasi tersebut.
Bappenas Joint Visits to Evaluate Development Performance in Babel
Pangkalpinang – Kepulauan Bangka Belitung Province becomes one of the seven regions of the joint visit destination of the 2023 Regional Development Performance Evaluation conducted by the Ministry of National Development Planning (PPN)/Bappenas of the Republic of Indonesia. The seven selected regions are Kepulauan Bangka Belitung Province (Babel), Central Java, East Kalimantan, Bali, South Sulawesi, Maluku, and West Papua.
The Regional Development Performance Evaluation (EKPD) aims to evaluate the achievement of ongoing regional development targets in 34 provinces. The evaluation emphasizes the assessment of regional performance achievement, identification of regional achievement supporting factors, and identification of regional strategic issues. During the Focus Group Discussion (FGD) with the Babel Provincial Government units, Yudhie Hatmadji Sudjarwo from the Directorate for Regional Development Monitoring, Evaluation, and Control of Regional Development, Ministry of PPN / Bappenas RI, said the evaluation results would be the evidence base in analyzing ongoing programs or activities.
"The evaluation results are expected to describe the real conditions in the field, which will be used as input and follow-up planning or recommendations for improving development policies and problems," said Yudhie Hatmadji Sudjarwo in the Joint Visit FGD on 2023 Regional Development Performance Evaluation in the Pulau Ketawai meeting room, Bappeda Babel Office, Tuesday (24/10/2023).
The Head of Bappeda of Kepulauan Bangka Belitung Province, Fery Insani, said that the economic growth of Kepulauan Bangka Belitung Province (YoY 2022) ranked sixth after South Sumatra, Jambi, Kepulauan Riau, North Sumatra, and Riau.
"The percentage of poor people in March 2023 was 4.52 percent, improving 0.09 percentage points compared to the September 2022 condition of 4.61 percent. However, it increased by 0.07 percentage points compared to March 2022, which was 4.45 percent. Bangka Belitung's poverty rate was the fourth lowest nationally in March 2023,'' Fery Insani said during the FGD. On the same occasion, the Central Bank of Indonesia Representative of Kepulauan Bangka Belitung Province also gave a presentation as input to the evaluation.
