Kabupaten Bangka Tengah, akan dijadikan daerah terbanyak pembuatan resapan air biopori terbanyak se-Babel, yakni sebanyak 200 lubang, dari target 400 ribu lubang, se-Babel.
Sedangkan sisanya akan dibuatkan di wilayah Belitung Timur dan Belitung sebanyak 75 ribu. Dan 125 ribu lubang yang akan tersebar di wilayah Bangka, Bangka Selatan dan Bangka Barat.
Pencanangan resapan air biopori sebanyak 400 ribu lubang ini, dilakukan dalam rangka mencegah kekeringan dan banjir di sejumlah wilayah, termasuk di Kabupaten Bangka Tengah.
Gagasan pembuatan resapan air biopori ini, sendiri merupakan program Pangdam II Sriwijaya nomor ST/985/2014 tanggal 7 agustus 2014 tentang perintah penyusunan dan perencanaan pembuatan lubang resapan biopori dalam rangka HUT TNI ke-69 tahun 2014.
Hal ini, dikatakan Danrem 045 Gaya, Kolonel (Inf) Untung Budiharto melalui Kasi logistik Letkol czi Me Ambharita ketika memberi sambutan pada acara peringatan HUT TNI ke 69 tahun 2014 di kawasan hutan produksi di kawasan PT Bangka Nesia.
" Sesuai Surat telegram Pangdam II Sriwijaya nomor ST/985/2014 tanggal 7 agustus 2014 tentang perintah penyusunan dan perencanaan pembuatan lubang resapan biopori dalam rangka HUT TNI ke-69 tahun 2014. Maka, kamipun berinisiatif menjadi penggagas di babel ini dalam pembuatan lubang resapan biopori sebanyak 400 ribu lubang," ujarnya.
Tujuan pembuatan resapan air biopori ini, sendiri lanjutnya merupakan upaya dari TNI dalam mengatasi luapan air, maupun kekeringan yang sering melanda di daerah. Untuk itu, pihaknya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk melakukan hal yang sama.
Sebab, di dalam lubang resapan air biopori ini air akan tertapung saat musim kemarau, begitupula ketika musim hujan air akan langsung meresap ke tanah dan tidak meluap.
" Adapun sasaran penerapan resapan air biopori ini, ada di tiga tempat yakni lahan terbuka yang menerima langsung curah hujan, kedua pada lahan yang sering tergenang oleh air dan ketiga lahan kurang subur," tuturnya.
Sementara itu, Bupati Bangka Tengah, Erzaldi Rosman Sementara itu, memberikan apresiasi akan program pembuatan serapan air biopori.
Dirinya juga mengucapkan terimakasih atas kepersayaan daerah menjadi salah satu daerah pencanangan resapan air biopori terbanyak di Babel.
" Program ini, sangat baik dan bermanfaat. Bila perlu dibangun di sekitar lingkungan kita. Sehingga mahluk di dunia ini, dapat menikmati udara yang segar, serta sumber air yang jernih," ujarnya seraya akan terus mendukung serta berkomitmen, dengan mengajak masyarakat membuat resapan air biopori di perkarangan rumah mereka masing-masing.
Hadir dalam kegiatan pembuatan resapan air biopori secara perdana dalam perayaan Hut TNI ke 69 di Dusun Sadap, Bupati Bangka Tengah, Erzaldi Rosman, Kapolres Bateng, AKBP. M Zainul S,IK, MH, Paskot Marlanan Babel, Kapten Hasan, Sekwan Bateng, Iskandar, Camat Lubuk Besar, Jauhari, Ketua Yayasan Serumpun sebalai, Sudiyoto, dan direktur PT Bangka Nesia, Jayadi, serta sejumlah masyarakat Desa Perlang, Dusun Sadap Kecamatan Lubuk Besar dan Dusun Kumbak Desa Tepus Kecamatan Air Gegas Bangka Selatan.