Pangkal Pinang, Belanja Pemerintah berperan penting untuk mendorong laju pertumbuhan ekonomi. Untuk itu Bappeda Kep. Babel pada tahun 2019 akan melakukan evaluasi setiap triwulan guna mengawal capaian indikator kinerja, baik itu yang ada di Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) maupun Rencana Strategis (Renstra) di Perangkat Daerah.
Hal tersebut diungkapkan Kepala Bidang Perekonomian Dan Sumber Daya Alam Bappeda Kep. Babel Andy Yusfany pada saat Rapat Koordinasi Terkait Urusan Perindustrian dan Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu, Kebudayaan dan Pariwisata, Tenaga Kerja serta Urusan Keuangan di ruang rapat Pulau Ketawai, Kantor Bappeda Kep. Babel, Senin (19/11).
Menurut Andy Yusfany, selama ini belanja Pemerintah menumpuk pada Triwulan III dan IV, padahal diharapkan pada Triwulan II realisasi sudah mencapai 60 persen. Belanja pemerintah sendiri dapat menjadi multiplier effect pertumbuhan ekonomi.
"Ketika belanja di Triwulan II, dampaknya di Triwulan III dan IV, apabila di tumpuk di Triwulan III dan IV dampaknya baru akan terasa di Triwulan I tahun berikutnya, ini membuat target pertumbuhan ekonomi kita meleset," kata Andy Yusfany.
Sampai dengan Triwulan III tahun 2018, pertumbuhan ekonomi di Provinsi Kep. Babel baru mencapai 4,72 persen, padahal menurut Andi Yusfany tahun 2018, pertumbuhan ekonomi ditargetkan mencapai 5,20 persen.
Kedepan, menurut Andy Yusfany, Bappeda Kep. Babel khususnya Bidang Perekonomian dan SDA pada tahun 2019 akan melakukan evaluasi setiap Triwulan Perangkat Daerah yang menjadi mitra Bidang Perekonomian dan SDA.
"Kami akan mengawal program dan kegiatan yang ada di Perangkat Daerah di tahun 2019 dengan melakukan evaluasi setiap triwulan, sehingga diharapkan target pertumbuhan ekonomi dapat tercapai," katanya.