Pangkalan Baru, Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Yan Megawandi mengapresiasi inovasi yang dilakukan Bappeda Kep. Babel dalam mengemas Forum Konsultasi Publik (FKP) Penyusunan Dokumen  Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Tahun 2020.

Menurut Yan Megawandi, selama ini, penyelenggaraan FKP terus dilakukan penyempurnaan. Di tahun sebelumnya, pendekatan usul dan saran dalam penyusunan RKPD dilakukan secara online dan terkesan formal. Hal tersebut disampaikannya pada saat membuka FKP Penyusunan RKPD Prov. Kep. Babel Tahun 2020, di Restoran Gale-Gale, Rabu, (06/02).

"Dalam Forum yang dilaksanakan sampai siang nanti, teman-teman di Bappeda sudah menyiapkan 22 desk, tempat kita menyampaikan saran dan masukan, demi penyempurnaan kerangka perencanaan APBD Tahun 2020 Provinsi Kepulauan Bangka Belitung," kata Yan Megawandi.

Terkait dengan Tema dan Prioritas Pembangunan Prov. Kep. Babel Tahun 2020, Yan Megawandi mengatakan, pada tahun 2020 mengusung tema "Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia melalui peningkatan Kesehatan Masyarakat dan Pendidikan Masyarakat”.

"Titik tekan yang menjadi sentral adalah pendidikan dan kesehatan. Namun, untuk bidang-bidang lain akan mendapat porsi dan tempatnya masing-masing," ungkapnya.

Dari tema tersebut, ada enam yang menjadi prioritas pembangunan, Pengembangan Pembangunan Agropolitan, Pengembangan Pariwisata, Pembangunan Bahari, Pembangunan Pendidikan, Pembangunan Kesehatan serta Peningkatan Tata Kelola Pemerintahan dan Pelayanan Publik.

"Khusus nomor enam, kami mencoba membuat birokrasi menjadi bersih dan efektif, karena bersih saja tidak cukup, harus ditambahkan juga dengan efektifitas," ungkap Yan Megawandi.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Bappeda Kep. Babel, Fery Insani mengatakan, selain menyusun Tema dan Prioritas Pembangunan, Pemprov. Kep. Babel juga menyusun Arah kebijakan pembangunan kewilayahan Tahun 2020 untuk Kabupaten/Kota.

"Seperti Kota Pangkalpinang, diarahkan untuk Penurunan Angka Pengangguran, Pengendalian Inflasi dan Kebencanaan," ungkapnya.

Terkait penyelenggaraan FKP, Fery Insani mengharapkan, melalui FKP, masyarakat dapat memberikan usulan yang baik. Menurutnya, selama ini masyarakat tidak antusias terhap penyelenggaraan FKP dan Musrenbang, karena dianggap tidak partisipatif.

"Pada hari ini, kami mengajak kita yang hadir dapat mengusulkan untuk hajat masyarakat banyak, dan mudah-mudahan dapat kita laksanakan di tahun mendatang, serta harapan kami Provinsi kita dapat menjadi baik," pungkasnya.