Pangkalpinang, Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung akan mengintergrasikan program dan kegiatan yang ada di Perangkat Daerah untuk mencegah Stunting. Kepala Bappeda Kep. Babel Fery Insani mengatakan, angka Stunting di Babel masih mengkhawatirkan di tingkat Nasional.
Menurutnya, program pencegahan Stunting bukan hal yang baru bagi Babel, ada beberapa program yang mengarah pada pencegahan Stunting, seperti Pamsimas, pemberian makanan pendamping ASI, serta beberapa program lainnya.
"Hampir semua daerah di Babel ada Stunting, di Beltim ada 4 desa, Belitung 8 desa, Basel 8 desa, Bateng 8, Bangka 8, Babar 26 desa dan Pangkalpinang ada di 7 kelurahan. Ini yang akan kita intervensi," ungkapnya pada saat Rakor Intervensi Penurunan Stunting Terintegrasi di ruang rapat Pulau ketawai, Kantor Bappeda Kep. Babel, Kamis (13/06).
Ada dua cara yang dapat dilakukan dalam pencegahan Stunting. Pertama intervensi gizi yang fokus pada Ibu hamil dan anak usia 0-24 bulan. Sedangkan yang kedua, dengan intervensi terhadap gizi sensitif yang di fokuskan diluar sasaran Ibu hamil dan anak usia 0-24 bulan serta menyasar pada daerah yang dikategorikan daerah Stunting.
"Intervensi gizi sensitif ini yang akan kita lakukan, bagaimana program dan kegiatan yang ada di Perangkat Daerah, kita integrasikan dan kita keroyok bersama-sama pada program pencegahan Stunting," ungkapnya.
Selain itu, Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada tahun 2020 akan menyiapakan anggaran sebesar Rp 4,329 Milliar dalam bentuk Daba. Setiap desa akan mendapat dana sebesar Rp 62 Juta, yang diarahkan untuk program pencegahan Stunting di desa. Program ini rencananya akan disandingkan dengan tenaga pendamping desa.
"Bantuan ini merupakan bentuk keberpihakan Provinsi dalam program pencegahan Stunting, selain itu kami juga akan melakukan Monitoring dan supervisi terhadap Daba yang diberikan serta program stunting yang dilakukan," ujarnya.
Harri Mustari dari Perwakilan BPKP Provinsi Bangka Belitung memandang penting konvergensi atau integrasi program sektoral yang mengarah pada penurunan Stunting. Perwakilan BPKP Provinsi Bangka Belitung sendiri sudah melakukan evaluasi terhadap program pencegahan Stunting dengan uji petik di Pemerintah Kabupaten Bangka Barat.
Evaluasi telah dilakukan pada minggu keempat bulan Mei, dengan cara mengevaluasi dokumen dan wawancara ke pihak yang menjadi sasaran pencegahan Stunting.
Menurutnya, dari hasil evaluasi, beberapa kegiatan pencegahan Stunting sudah lama dilaksanakan, seperti Pamsimas, pemberian makan tambahan, KB, Posyandu dan beberapa program lainnya. Namun belum ada program spesifik yang dilakukan di Kabupaten Bangka Barat.
"Dari hasil evaluasi dapat kita ambil kesimpulan, apa saja yang yang akan dilaksanakan oleh Pemkab Bangka Barat dan hasil ini juga akan menjadi trigger bagi Pemprov dalam melakukan konvergensi atau integrasi program sektoral yang mengarah pada penurunan Stunting," ungkapnya.