Pangkalpinang, Bappeda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bersama Sekolah Tinggi Ilmu Sosial & Ilmu Politik Pahlawan 12 melakukan penelitian mengenai Dampak Fiskal dan Pengaruh Sektor Pertambangan Timah Terhadap Pembangunan Ekonomi Daerah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Pada saat Focus Group Discussion, Kasubbid Penelitian dan Pengembangan Sosial, Ekonomi dan Pemerintahan, Mardani mengatakan, penelitian merupakan kegiatan yang rutin dilakukan oleh Bappeda Kep. Babel bersama Perguruan Tinggi nasional dan lokal.
"Kami sudah melakukan penelitian bersama ITB dan IPB, untuk Perguruan Tinggi lokal kami bekerjasama dengan UBB, pada penelitian kali ini, kami mengandeng Stisipol Pahlawan 12," ungkapnya di ruang rapat Buku Limau, Jum'at (18/10).
Menurutnya, penelitian akan difokuskan untuk melihat pengaruh sektor pertambangan timah terhadap pembangunan ekonomi daerah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
"Ini bukan berarti pro atau kontra tambang, namun untuk melihat pengaruh sektor pertambangan timah terhadap pembangunan ekonomi daerah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung," kata Mardani pada saat FGD Dampak Fiskal dan Pengaruh Sektor Pertambangan Timah Terhadap Pembangunan Ekonomi Daerah.
Ketua Stisipol Pahlawan 12 Darol Arkum menjelaskan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung merupakan daerah penghasil timah terbesar kedua setelah China. Namun, selama ini belum diketahui dampak dari sektor pertambangan bagi pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat dalam aspek sosial dan ekonomi.
Menurutnya, dengan adanya penelitian, dapat menjelaskan pengaruh sektor pertambangan terhadap pertumbuhan ekonomi, kemiskinan, pengangguran, IPM, ketimpangan pendapatan dan ketimbangan wilayah.
"Diharapkan penelitian ini dapat jadi dasar dalam merumuskan strategi pembangunan sektor pertambangan di Indonesia dan khususnya di Babel agar mampu berperan dalam pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat," kata Dorul Arkum.