Pangkalpinang, Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman menyetujui kawasan GOR Sahabbudin menjadi rencana lokasi pembangunan Planetarium. Hal tersebut diungkapkan Kabid Penelitian dan Pengembangan Daerah, Bappeda Kep. Babel, Adhari, di ruang Rapat Buku Limau, Kantor Bappeda Kep. Babel, Rabu (16/10).
Sebelumnya, Pemprov Kep. Babel dan Tim Institut Teknologi Bandung (ITB) melakukan survei di tiga lokasi. Pertama di Bukit Kejora, kedua lahan dibawah Bukit Kejora dan ketiga di area GOR Sahabudin. GOR Sahabudin sendiri dirokemendasikan Tim ITB untuk di bangun Planetarium
"Tim ITB menilai GOR Sahabudin cocok untuk menjadi lokasi Planetarium, pandangan ke cakarawala baratnya clear atau tidak ada yang menghalangi, sehingga cocok untuk tempat pengamatan hilal, dan tak kalah pentingnya lahan ini dimiliki oleh Pemprov, namun harus dikonfirmasi lagi ke Biro Pemerintahan," ungkapnya.
Pada Planetarium, menurut Adhari, akan dibangun beberapa fasilitas, seperti ruang teater, ruang peraga, ruang pertemuan dan jam Matahari. Pihak ITB juga akan menyiapkan kalender antariksa untuk mendukung kegiatan di Planetarium.
"Kita juga akan membuat komunitas Astronomi, diwacanakan pada Bukit Kejora akan menjadi Starcamp yang menjadi tempat komunitas untuk melihat benda langit melalui teleskop portable," ungkap Adhari pada Rapat Penentuan Lokasi Taman Bintang atau Planetarium Terhadap Kesesuaian Kajian Teknis Ketinggian Bangunan Taman Bintang atau Planetarium.
Pihak Dinas Kepemudaan dan Olahraga Prov. Kep. Babel mendukung rencana pembangunan Planetarium di kawasan GOR Sahabuddin. Namun sebelumnya, menurut Kasi Pemberdayaan Pemuda, Dinas Kepemudaan dan Olahraga Abang Evan Savitri, perlu dilakukan review terhadap DED Sport Center.
"Kepala Dinas sudah menyatakan kesiapannya, ada sekitar 40 hektar lahan Diskepora, tinggal tentukan lokasi mana yang hendak dibangun Planetarium," ungkap Abang Evan Savitri pada saat Rapat.
Sementara itu, Dinas Perhubungan Prov. Kep. Babel akan melakukan review terkait pembangunan Planetarium, pertama dari sisi Kebandarudaraan dan yang kedua dari sisi manajemen rekayasa lalu lintas.
Menurut Kasi Kebandarudaraan, Dinas Perhubungan Prov. Kep. Babel, Runnaidi Saragih, untuk kebandarudaraan akan dilihat dari ketinggian bangunan dan frekuensi yang akan digunakan Planetarium.
Untuk review manajemen rekayasa lalu lintas, menurutnya, apabila Planetarium termasuk dalam kawasan Sportcenter, pihak Dishub Babel akan memberikan rekomendasi terkait dampak lalu lintas. Sedangkan bila terpisah menjadi kawasan tersendiri, rekomendasi akan melalui Kementerian Perhubungan, karena jalan GOR Sahabudin termasuk jalan nasional.
"Dinas Perhubungan akan mendukung dengan memberikan rekomendasi terkait dampak lalu lintas, seperti penataan UMKM dan tempat parkir, sehingga kawasan Planetarium tetap indah, apalagi Planetarium ini dapat menjadi destinasi wisata, yang letaknya dekat dengan Bandara Udara dan Kota," ungkapnya.