Pangkapinang, Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memberikan arahan terkait penyusunan Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Tahun 2019. Salah satunya terkait Dana Bantuan (DABA) Provinsi kepada Kabupaten/Kota. Arahan tersebut disampaikan Gubernur seusai pelaksanaan Musrenbangnas (30/04) yang lalu.

Menurut Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan dan Penelitian Pengembangan Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Bappeda Kep. Babel) Joko Triadhi, Gubernur memprioritaskan tiga hal dalam usulan DABA, pertama usulan yang bisa menyelesaikan permasalahan banjir, kedua usulan terkait cetak sawah dan irigasi serta ketiga terkait pengembangan lada.

"Gubernur mengatakan, pada tahun 2019, Provinsi kita akan mendapat bantuan 6 juta bibit lada dari Kementerian Pertanian, misalnya ada usulan untuk tagar hidup bisa dimasukkan, selain itu untuk di Provinsi, peran penyuluh pertanian untuk diperkuat perannya," kata Joko Triadhi pada saat Briefing Forum Pasca Musrenbang dalam Rangka Penyusunan RKPD 2019, di  Ruang Ketawai, Kantor Bappeda Kep. Babel, Senin (07/05).

Terkait penanggulangan Banjir di kota Pangkalpinang, menurut Joko Triadhi, Gubernur ingin diintegrasikan dengan Program Kotaku, hal ini dilakukan untuk menertibkan kawasan kumuh yang ada dipinggir aliran sungai.

Menindaklanjuti hasil pertemuan Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT), yang dimana Gubernur mendampingi Presiden RI Joko Widodo hadir di pertemuan tersebut, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ditunjuk menjadi Sekretariat IMT-GT.

"Untuk itu perlu diindentifikasi PD mana yang terkait pada kegiatan tersebut, yang kemudian untuk dianggarkan," lanjut Joko Triadhi.

Gubernur juga menginginkan adanya konektivitas antar pulau, menurut Joko Triadhi, Gubernur ingin dermaga nelayan diintegrasikan dengan dermaga wisata sehingga bisa dimanfaatkan untuk konektivitas antar pulau.

Selain itu ada beberapa yang menjadi arahan Gubernur, untuk pariwisata di fokuskan pada promosi dan penyelenggaraan event. Penambahan Pujasera bisa dilakukan untuk menambah daya tarik destinasi wisata.

Ruang Terbuka Hijau dan permasalahan sampah menjadi perhatian Gubernur, menurut Joko Triadhi Gubernur meminta permasalahan tersebut untuk bisa diselesaikan dan dituntaskan pada tahun 2019.