Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berkeinginan untuk membangun Taman Bintang atau Planetarium. Sebagai bentuk keseriusannya, Pemprov. Kep. Babel sudah melakukan MOU dengan Institut Teknologi Bandung (ITB).
Menurut Kabid Litbang, Bappeda Kep. Babel, Adhari, Gubernur ingin masyarakat Babel tidak perlu pergi jauh bila ingin ke Planetarium, apalagi jumlah Planetarium di bagian selatan garis khatulistiwa termasuk sedikit.
"Taman Bintang atau Planetarium ini dapat menjadi sarana Eduwisata, selain itu juga dapat dijadikan tempat untuk mengamati hilal," ungkap Adhari pada saat FGD Tentang Penyusunan Kajian Taman Bintang atau Planetarium di ruang rapat Bukulimau, Kantor Bappeda Kep. Babel, Kamis (02/05).
Manajer Pengabdian Masyarakat FMIPA-ITB, Taufik Hidayat, menyambut baik keinginan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung untuk membangun Planetarium. Menurutnya, Planetarium dapat dirancang secara khusus dengan fasilitas untuk publik, termasuk diberikan fasilitas pengamatan hilal.
Selain itu, Taufik menyarankan, pembangunan Planetarium disinergikan dengan pengembangan SDM.
"Bila dilihat dari aktivitas dan keramaiannya, Bangka Belitung dapat dibangun Planetarium kelas menengah dengan kapasitas 200-250 orang, ini sudah cukup ideal, perlu disediakan lahan untuk sarana penunjang, karena akan menjadi Eduwisata bagi masyarakat," ungkapnya.
Terkait lokasi Planetarium, menurutnya ada usulan untuk membangun di Bukit Kejora, namun perlu dilakukan survei dalam menentukan lokasi Planetarium, seperti status lahan yang akan digunakan.
"Planetarium ini juga sarana pendidikan, idealnya berada tidak jauh dari kota, kalaupun di pinggir kota, aksesnya mudah untuk dijangkau, karena Planterium merupakan tempat Edu Wisata, masyarakat dapat berwisata sekaligus mendapat pendidikan tentang Astronomi," ungkapnya.
Menurut Kabid Litbang, Bappeda Kep. Babel, Adhari, Tim dari Bappeda Kep. Babel akan bekerjasama dengan Bappeda Kabupaten/Kota dalam melakukan survei serta akan menyiapkan beberapa alternatif lokasi untuk Planetarium, yang kemudian diusulkan ke Gubernur.
Pada kesempatannya yang sama, dilakukan juga FGD Kerjasama antara Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan Institut Teknologi Bandung terkait Pemanfaatan Logam Tanah Jarang.