Pangkal Pinang – Terdapat delapan isu strategis Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Tahun 2025 – 2029 yang menjadi salah satu bahan penyusunan dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Tahun 2025 – 2029. Hal tersebut disampaikan Analis Kebijakan Madya, Bappeda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Fitriansyah saat membuka Orientasi RPJMD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Tahun 2025 – 2029, Selasa (29/04/2025) di ruang rapat Pulau Ketawai.
Adapun delapan isu strategis tersebut adalah sumber daya manusia unggul dan berdaya saing; ekonomi biru dan ekonomi hijau; transformasi tata kelola; keamanan daerah tangguh, demokrasi substansial, dan stabilitas ekonomi makro daerah; ketahanan sosial budaya, dan ekologi; pembangunan Kepulauan Bangka Belitung yang merata dan berkeadilan; sarana dan prasarana yang berkualitas dan ramah lingkungan; serta transformasi kesinambungan pembangunan.
"Delapan isu strategis daerah ini yang jadi pertimbangan dalam merumuskan apa yang menjadi visi dan apa yang menjadi langkah-langkah untuk menentukan misi, dan juga sasaran apa yang ingin kita capai lima tahun ke depan dengan beberapa indikator yang menjadi tolok ukur kinerja pembangunan kepala daerah terpilih untuk lima tahun ke depan, " kata Fitriansyah.
RPJMD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Tahun 2025 – 2029 merupakan periode lima tahun pertama dari pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kepulauan Provinsi Bangka Belitung.
"Pada tema pembangunan periode pertama, kita menyiapkan fondasi untuk penguatan SDM, pengembangan ekonomi, penguatan tata kelola pemerintahan, dan juga pengembangan pembangunan wilayah berkelanjutan," jabar Fitriansyah.
Orientasi RPJMD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Tahun 2025 – 2029 diikuti oleh perwakilan Perangkat Daerah Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Narasumber kegiatan ini adalah dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi serta Kementerian Dalam Negeri yang hadir secara daring.
Babel’s Eight 2025 – 2029 Strategic Issues
Pangkal Pinang – The Kepulauan Bangka Belitung Province addresses eight strategic issues in the 2025 – 2029 Mid-term Regional Development Planning (RPJMD) document. Fitriansyah, a senior policy analyst of Bappeda of Kepulauan Bangka Belitung, elaborates on the issues in the opening of the Orientation Meeting for 2025 – 2029 RPJMD of Kepulauan Bangka Belitung Province, Tuesday (29/04/2025) in Pulau Ketawai meeting room.
The eight issues are leading and competitive human resource; blue and green economy; governance transformation; regional security resilience; substantial democracy and regional macro-economic stability; socio-cultural and ecological resilience; equitable and just development of Kepulauan Bangka Belitung; high-quality and environmentally friendly infrastructure; and sustainable development transformation.
“The eight regional strategic issues will be considerations in formulating the visions and measures to determine the missions and targets that we want to achieve within five years, with development performance indicators of the elected head of region for the next five years”, Fitriansyah said.
The 2025 – 2029 RPJMD of Kepulauan Bangka Belitung Province is the first five years of the RPJPD of Kepulauan Bangka Belitung implementation.
“As stated in the first development period theme, we are preparing the foundation to strengthen our human resources, economic development, public governance, as well as to develop sustainable regional development,” Fitriansyah elaborated.
The orientation meeting for the RPJMD of Kepulauan Bangka Belitung 2025 – 2029 was followed by the representatives of working units in the Provincial Government of Kepulauan Bangka Belitung. Presenting online at the event were speakers from the Ministry of State Apparatus Utilization and Bureaucratic Reform and the Ministry of Home Affairs.
