Inspekorat Daerah (Insda) Kabupaten Belitung Timur dan Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Kabupaten Belitung Timur (Beltim) menemukan banyak kesalahan dokumen kegiatan pada hasil audit kegiatan di lapangan dari program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Pedesaan. Hal ini disebabkan banyak pelaksana PNPM yang kurang paham dan kurang cermat dalam memahami petunjuk teknis operasional. Maka dari itu, untuk mengurangi dan mengeliminir temuan dan kesalahan, Insda dan BPMPD Kabupaten Belitung Timur mengadakan kegiatan Ekspose dari laporan hasil audit dukungan terhadap program PNPM Mandiri Pedesaan tahun anggaran 2013 di kantor BPMPD Beltim. Kegiatan diikuti tujuh fasilitator kecamatan, penanggungjawab kabupaten, fasilator kecamatan, unit pelaksana kegiatan (UPK), pelaku PNPM, serta perwakilan dari 39 desa di Kabupaten Beltim. "Kegiatan ekspos adalah penjelasan dari hasil audit yang kita temukan, yang kita sampaikan secara lisan kepada pelaku. Jika dalam bentuk laporan cuman tertulis, terkadang pemahaman dan persepsi terhadap penulisan beda-beda. Karena ini penjelasan lisan, para pelaku PNPM bisa bertanya lewat forum tanya jawab. Hal-hal mana saja yang belum mereka pahami atau cermati akan dibantu dicarikan jalan penyelesaiannya," kata Staf Inspektorat Kabupaten Beltim Jan Untung Wijaya yang juga anggota Tim Audit Dukungan PNPM Mandiri Pedesaan