Pangkalpinang, Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terus berupaya dalam mengentaskan kemiskinan. Berdasarkan data BPS, pada September tahun 2018, angka penduduk miskin di Babel masih 4,77 persen. Untuk itu, diperlukan peran Pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan.

Kepala Bappeda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Fery Insani mengatakan, perlu ada intervensi Pemerintah dalam menanggulangi kemiskinan. Pemerintah, menurutnya mempunyai tugas untuk menyiapkan  infrastruktur dasar, seperti air besih dan jalan. Selain itu pemerintah masuk kebidang-bidang yang tidak profit, seperti sekolah, Lapas dan Puskesmas.

"Perlu intervensi Pemerintah dalam menanggulangi kemiskinan, secara holistik, program-program harus nyambung dalam mengentaskan kemiskinan, seperti pembangunan jalan," ungkap Fery Insani pada saat membuka FGD Penanggulangan Kemiskinan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, di ruang rapat Buku Limau, Kantor Bappeda Kep. Babel, Senin (22/04).

Senada dengan Fery Insani, Kasi Statistik Kesra BPS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rojani, mengatakan pengentasan kemiskinan merupakan pekerjaan bersama. Program yang dibuat harus satu formasi dalam menyelesaikan masalah kemiskinan.

Menurutnya angka kemiskinan di Babel sejak tahun 2012 stagnan di angka 4-5 persen, sedangkan Bappenas sendiri menargetkan diangka 2,6 persen.

"Ini menjadi tantangan kita bersama, tidak mungkin Bappeda sendiri, Dinas Pendidikan sendiri, Dinas Kesehatan sendiri, harus bersama-sama, program harus dalam satu formasi untuk mengentaskan kemiskinan," ungkapnya.

Rojani juga menyinggung Kabupaten Belitung dan Kabupaten Belitung Timur yang angka kemiskinannya tinggi, diangka 7,56 persen dan 7,06 persen (Maret 2018). Padahal menurutnya Pulau Belitung merupakan pusat pariwisata.

"Setelah dilihat, pertumbuhan ekonomi di Belitung itu tidak berkualitas, hanya padat modal, orang yang mempunyai modal yang menikmati hasil pembangunan, untuk penduduk di bawahnya belum diberdayakan, ini perlu dikaji, bagaimana struktur ekonomi pada setiap wilayah, secara umum, sektor yang banyak menyerap tenaga kerjalah yang dapat menurunkan angka kemiskinan," ungkapnya.