
Sungailiat. Sekretaris Bappeda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Joko Triadhi menjadi narasumber Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal RKPD Kabupaten Bangka Tahun 2022, di Rumah Dinas Bupati Bangka, Kamis (11/02).
Menurut Joko Triadhi, ada tiga tantangan utama di tahun 2022: pertama pandemi Covid-19 yang saat ini masih terus terjadi, kedua tranformasi ekonomi dan ketiga kualitas sumber daya manusia yang masih rendah.
Jumlah korban yang meninggal dan terpapar akibat Covid-19 di Provvinsi Kepulauan Bangka Belitung semakin meningkat, dimana korban yang terpapar sudah mencapai 4.489 orang dan meninggal sebanyak 81 orang (per- Januari 2021). Walaupun program vaksinasi sudah dilaksanakan mulai tahun 2021, penurunan penyebaran secara signifikan belum dapat dipastikan.
Transformasi ekonomi dari komoditas timah ke sektor pariwisata, pertanian dan perikanan masih mengalami stagnasi, hal ini terlihat dari ekspor komoditas timah yang masih tinggi sebesar 80 persen dari total ekspor Kepulauan Bangka Belitung.
Disisi sumber daya manusia, kualitas SDM Kepulauan Bangka Belitung masih rendah. Sekitar 60 persen tenaga kerja di Bangka Belitung hanya lulusan SMP ke bawah dan rata-rata lama sekolah masih rendah dimana pada tahun 2020 rata-rata lama sekolah hanya sebesar 8,06 tahun atau terendah kedua se-Sumatera.
"Menghadapi tantangan dan hambatan tersebut, kami merumuskan tema pembangunan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Tahun 2022, yaitu 'Percepatan Pemulihan Ekonomi dan Kesehatan Masyarakat Menuju Sumber Daya Manusia yang Unggul' ”, kata Joko Triadhi.
Menurut Joko Triadhi, terkait rencana pengembangan kewilayahan Kabupaten Bangka di tahun 2022. Pemprov. Kep. Babel sudah melakukan pemetaan terhadap potensi unggulan daerah sesuai pengembangan kewilayahan. Kabupaten Bangka diarahkan untuk pengembangan pertanian dan pariwisata melalui KEK Lintas Timur.
Dari hasil pemetaan terhadap potensi daerah, dirumuskanlah arah kebijakan pembangunan di Kabupaten Bangka. Pada sektor kesehatan diarahkan pada peningkatan kualitas kesehatan masyarakat dan peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat.
Sektor ekonomi masyarakat diarahkan pada peningkatan kesempatan kerja dan peningkatan peran KUKM dalam meningkatkan kesempatan kerja yang diharapkan dapat mengurangi angka pengganguran.
Sektor pariwisata diarahkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang pariwisata dan pengembangan hinterland dan kawasan lintas timur Pulau Bangka. Pengembangan ini diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan kunjungan wisatawan.
"Sedangkan untuk sektor pertanian, diarahkan pada peningkatan sarana prasarana produksi pertanian, perkebunan, dan peternakan serta peningkatan produksi dan pengelolaan hasil produksi pertanian, perkebunan dan peternakan," kata Joko Triadhi.
Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal RKPD Kabupaten Bangka Tahun 2022, dibuka oleh Bupati Bangka, Mulkan dan diikuti stakeholder Kabupaten Bangka.
Sungailiat. Secretary of the Bappeda of Kepulauan Bangka Belitung Province, Joko Triadhi, became the resource person for the Public Consultation Forum (FKP) for the Initial Design of the Bangka Regency’s Work Plan (RKPD) of 2022, at the Bangka Regent's Office, Thursday (11/02).
According to Joko Triadhi, there are three main challenges in 2022: first the Covid-19 pandemic which is currently still happening, secondly economic transformation and thirdly, the low quality of human resources.
The number of people exposed to Covid-19 and the death tolls in Kepulauan Bangka Belitung Province is increasing, where the cases has reached 4,489 with 81 deaths (as of January 2021). Although the vaccination program has started to implement in 2021, significant reduction in the spread is uncertain.
The economic transformation from tin economy to the tourism, agriculture and fisheries sectors is still stagnating; this can be seen from the number of exported tin, which dominates 80 percent of the total exports of Kepulauan Bangka Belitung.
In terms of human resources, the quality of human resources in Bangka Belitung is still low. About 60 percent of the workforce in Bangka Belitung only graduates from junior high school or below and the average length of schooling is still low, where in 2020 the average length of schooling was only 8.06 years, which was also the second lowest in Sumatra.
"Facing these challenges and obstacles, we have formulated the theme of the development of the Kepulauan Bangka Belitung Province in 2022 as " Accelerating Economic Recovery and Public Health Towards Excellent Human Resources ", said Joko Triadhi.
According to Joko Triadhi, regarding the regional development plan for Bangka Regency in 2022, the Provincial Government of Bangka Belitung has carried out the regional leading potential mapping based on respected spatial development. Bangka Regency is directed toward developing agriculture and tourism through Lintas Timur Special Economic Zone (KEK).
Based on the mapping of regional potentials, the development policy direction was then formulated for Bangka Regency. In the health sector, it is directed to improve the quality of public health and public health services.
The economic development for community is directed to increase job opportunities and the role of cooperative and small and micro enterprises (KUKM) in increasing job opportunities, which are expected to reduce the number of unemployment.
The tourism sector is directed to improve the quality of human resources in the tourism sector and the development of hinterland and the eastern line of Bangka Island. This development is expected to increase the growth of tourist visits.
"As for the agricultural sector, it is directed to improve agricultural, plantation and livestock production facilities as well as to increase the production and management of agricultural, plantation and livestock products," Joko Triadhi said.
The Public Consultation Forum for the Initial Design of the Bangka Regency’s Work Plan (RKPD) of 2022 was opened by the Bangka Regent, Mulkan, and was attended by stakeholders in Bangka Regency.