Pangkalpinang. Sekretaris Bappeda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Joko Triadhi meminta agar penanganan dampak dari Pandemi Covid-19 dapat dikedepankan dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Perubahan Kabupaten/Kota Tahun 2020.

Pandemi Covid-19 menurut Joko Triadhi, berdampak bagi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, begitu juga Kabupaten Belitung yang sektor unggulannya pariwisata, terutama akibat menurunnya jumlah wisatawan yang berkunjung ke Pulau Belitung.

Pemerintah Pusat lanjut Joko Triadhi, sudah mengeluarkan kebijakan terkait penanganan Covid-19, seperti refocusing dan realokasi anggaran yang diarahkan pada tiga hal: penanganan kesehatan, pemberian jaring pengaman sosial kepada masayarakat yang terdampak dan peningkatan kapasitas ekonomi bagi pelaku usaha kecil.

"Ketiga hal inilah yang menurut kami harus kita akomodir dalam perubahan RKPD, untuk mengurangi dampak Covid-19 di masyarakat," kata Joko Triadhi pada saat Fasilitasi RKPD Perubahan Kabupaten Belitung Tahun 2020, melalui video meeting, Selasa (04/08).

Joko Triadhi menambahkan, pemerintah provinsi melakukan beberapa perubahan dalam RKPD Tahun 2020, seperti perubahan tema, target makro pembangunan dan juga pendapatan, baik itu yang berasal dari Dana Alokasi Umum maupun Pendapatan Asli Daerah serta perubahan terhadap kebijakan belanja dan pembiayaan daerah.

"Kami berharap Bappeda yang ada di Kabupaten/Kota dapat mencermati target-target yang sudah ditetapkan. Pastikan juga anggaran dapat dialokasikan pada hal-hal yang sifatnya prioritas," kata Joko Triadhi.

Kabid Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi, Bappeda Kabupaten Belitung, Rian Haryono mengatakan bahwa, Kabupaten Belitung tetap fokus pada penanganan Covid-19, seperti kesehatan, pemberian bantuan jaring pengaman sosial dan pariwisata.

Menurutnya, Kabupaten Belitung mempunyai strategi khusus dalam mendorong pariwisata yang terkena dampak Covid-19. "Pariwisata mendapat perhatian khusus dari kami. Untuk wisatawan yang berkunjung ke Belitung, kami mengedepankan protokol kesehatan," kata Rian Haryono.


Put Forward the Impact Handling of Covid-19 Pandemic in the Revised-RKPD 2020

Pangkalpinang. The Secretary of Bappeda of Kepulauan Bangka Belitung Province, Joko Triadhi, requested that the impact handling of Covid-19 pandemic can be put forward in the Revised Regional Development Work Plan (RKPD) of 2020 of Regencies/Municipality.

According to Joko Triadhi, the Covid-19 pandemic has impacted Kepulauan Bangka Belitung Province, including Belitung Regency, in which tourism is the leading sector, as the visitation number to Belitung Island has declined.

The national government has issued policies related to Covid-19 handling such as budget refocusing and re-allocation focusing on three matters: health handling, social safety net for impacted communities and economic capacity building for small enterprises, Joko Triadhi said.

 “We consider these three matters need to be accommodated in the Revised RKPD, in order to reduce the impact of Covid-9 in communities,” Joko Triadhi said during the Facilitation for Revised Regional Development Work Plan (RKPD) of 2020 of Belitung Regency, via video meeting, on Tuesday (04/08).

Joko Triadhi also added that the provincial government had revised several things in the RKPD of 2020, like revisions of the theme, macro development target as well as targeted income from General Allocated Fund (DAU) and Local Own-Source Revenue (PAD), and expenditure and

 “We hope that all the planning agencies in regencies and municipality can observed the determined targets. Make sure that the fund is allocated into priorities,” Joko Triadhi said.

The Head Division of Planning, Controlling and Evaluation of Bappeda of Belitung Regency, Rian Haryono, said that Belitung Regency keep its focus on the handling of Covid-19, like health, social safety net and tourism.

According to him, Bekitung Regency has particular strategy to push the tourism impacted by the Covid—9. “Tourism gets special attention from us. For tourists visiting Belitung, we put health protocol first,” Rian Haryono said.


Editor & Translator : Rusni Budiati